Showing posts with label Reminder. Show all posts
Showing posts with label Reminder. Show all posts

Sunday, March 6, 2011

Can You Speak English?




Moral of the story:

1. Learn english.

2. If you already know it, don't pretend you don't understand! Don't take it for granted~ it's a knowledge and skill to be used wisely!

3. Smile. You need it :)


-IMAN NAILAh 2011-

Tuesday, March 1, 2011

Nilai Al-Qur'an

Sudah terlalu banyak manusia tidak takut dengan ayat Allah malah mempersenda dan memilih-milih seperti sedang berbelanja di pasar. Inilah peringatan Allah dalam Surah Al-Qalam terhadap mereka:

بسم الله الرحمن الرحيم


68:35
Apakah patut Kami menjadikan orang Islam (yang taat) sama seperti orang yang berdosa?


68:36
Apa sudah jadi kepada (akal) kamu? Bagaimana kamu menetapkan hukum (yang terang-terang salahnya itu)?


68:37
Atau adalah kamu mempunyai sebuah Kitab (daripada Allah) yang kamu membacanya?


68:38
Bahawa dalam kitab itu, kamu boleh memilih apa yang kamu suka?


68:39
Atau adakah kamu memperoleh janji yang diperkuatkan dengan sumpah daripada Kami, yang berlaku hingga hari kiamat jika kamu benar-benar dapat mencapai apa yang kamu putuskan?


Nasib mereka kemudiannya dijelaskan dalam ayat 44 surah yang sama:

68:44
Maka serahkan kepada Aku sahaja (wahai Muhammad) orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an), kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan), dari arah yang mereka tidak mengetahuinya.


Jelaslah sudah, setiap yang diberi ilmu haruslah beramal dengannya. Oleh itu bila mereka berlaku sebaliknya, Allah membalas dengan menjerumuskan mereka lebih dalam ke jurang kesesatan. na'uzubillah. Janganlah sesekali bermain-main dengan Al-Qur'an, kerana ialah satu-satu pegangan kita selain Sunnah Rasulullah. Hilang tempat berpaut, lemaslah ke laut dalam.

68:52
Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat manusia.

Wallahu'alam.


-IMAN NAILAH 2011-

Monday, January 10, 2011

Pesan Buat Sahabat

Wahai sahabatku,

Sedang perpisahan mengaburi kita dengan airmata, pujuklah hati untuk mengerti erti di sebalik datang dan pergi. Supaya belajar mengenali dan menghargai.

Kerana dulu aku belum kenal, pandangan selalu kosong dan tak bersulam sapa. Bila kamu menyebut namaku dan tanganmu menjabat erat tanganku, kau menanam benih di hatiku. Baru sepurnama ia tumbuh dan mekar, lantas hari-hariku jadi lebih berwarna.

Penitian ruang lelah dan penantian sudah di hujung jalan. Syukur ditutur, sujud dimaksud, bahagia berbunga.

Berpaling bukan bermaksud berundur, tapi menatap agar rindu tak jadi sendu dan sayu tak terbuku.

Sebelum angin menghembus hilang jejakku di sini, sempatkanlah menyantap hidangan pesan yang mungkin kelihatan tak menambat seleramu, tapi jadikanlah ia seperti ubat yang akan menguatkan langkahmu.

Kenyataannya Makassar mengajar kita cara untuk menghadapi hidup. Maka sahabatku:

1. Jangkakan yang tidak kau jangkakan.
Mungkin Makassar adalah tempat paling tepat untuk mengajarmu tentang ini. Tak ada yang mustahil, oleh itu persiapkan dirimu dengan apa saja kemungkinan.

2. Bawalah dirimu ke dalam dunia mereka, jangan bawa duniamu dalam diri mereka.
Masuk kandang kambing, mengembek, masuk kandang kerbau menguak. Janganlah terlalu taksub dengan budaya sendiri. Apalah guna kita merantau ke tempat orang kalau tidak untuk menjadi lebih terbuka. Tapi jadilah pula seperti ikan di lautan yang masin, isinya tetap manis.

3. Tak kenal maka tak cinta, sudah kenal jangan membenci.
Seperti setiap insan, punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kenapa bila terlihat satu dua buruknya, kita terus melabel seluruh bangsanya. Dengan itu kita sama saja, bersikap pilih bulu dan perkauman. Cerminlah diri sebelum mengutuk dan membenci. Betapa banyaknya kebaikan mereka yang belum pernah kita hargai.

4. Kita dijemur matahari, bukan diselimuti salji.
Kita diletakkan di sebuah negara yang masih bergelut dengan kemiskinan dan kesusahan, seharusnya mengajar kita untuk lebih bersyukur. Jujur saja, antara sebab kita sangat 'homesick' adalah kerana kurangnya kemudahan dan hiburan yang banyak di negara kita.

5. Buruan kita bukan hanya sekeping ijazah.
Tetapkanlah tujuanmu. 5 tahun bukan masa yang singkat. Sedarkah kalian ini adalah peluang terakhirmu untuk menikmati hidup? Kau mahu cinta? Sahabat? Ilmu kepimpinan? Semuanya ada, tapi kematanganmu yang akan menentukan hasil buruanmu nanti. Peluang terakhir. Jangan sia-siakan.

6. Dan ingatlah yang paling utama, berpeganglah dengan tali Allah s.a.w.
Dia tak akan membiarkan kita, sang mujahid yang memburu ilmu di bumi orang.

Aku tak sempurna dan dari tempat inilah aku pelajari semua. Berbahagialah bila anda pulang bukan hanya dengan sekeping ijazah, tapi dengan seguni ma'rifah. Alhamdulillah.


-IMAN NAILAH 2011-

Thursday, December 30, 2010

Hikmah Piala AFF 2010

Tahniah pasukan bola sepak Malaysia kerana menang piala AFF Suzuki! (dan kami dapat cuti! hehe)

Safee Sali, Top Scorer AFF Cup 2010

My choice for best player: Khairul Fahmi

Malaysia memang hebat, terutama Safee dan Fahmi! Buat pertama kalinya saya yang hanya pandang sebelah mata terhadap arena bola sepak Malaysia (shame on me), saya tertanya-tanya, "Siapakah jejaka itu?" ;p They are good! Bukan sebab diorang pemain Malaysia atau sebab mereka menang piala AFF kali ni, kalau kalah pun I think they are almost the same skill level as the Europe and Latin soccer player. Selamatkan bola penalti??! That's a WOW man! Chelsea main (waktu semua star player injured) pun tak sebest Final leg I dan II Piala AFF. So keep it up Malaysia!

M. Nasuha berjaya merampas spotlight dari penyerang ternama Gonzales

Pemain Indonesia pun ape kurangnya. Nasuha dan Firman berjaya menggugat gawang Malaysia beberapa kali sampai akhirnya menembus juga pertahanan 'kebal' Fahmi. Bambang yang masuk padang beberapa minit setelah separuh masa kedua bermula turut memberi kelebihan buat Indonesia. Mereka layak mendapatkan kemenangan di Gelora Bung Karno tapi mungkin nasib lebih berpihak kepada Malaysia bila membelasah mereka 3-0 di Stadium Bukit Jalil. (bunyi dah macam pengulas sukan la pulak. hentam sajalah.)

Apapun kita sebagai penyokong cukup terhibur dengan permainan kedua pasukan. Semua drama, caci maki, rusuhan dan tunjuk perasaan akhirnya berakhir dengan keputusan yang penuh hikmah. Ketika Malaysia menang di Kuala Lumpur, Indonesia menyalahkan laser yang tak pasti ulah siapa. Buat beberapa hari airmata pun tumpah, berbalas sumpah seranah, batu menyergah dinding rumah. Doa berbalas doa sampai tibalah 29 Disember 2010, semua mata terbuka. Buat Malaysia, kita kagum dengan sikap matang Indonesia yang tidak membalas ketidakmatangan penyokong Malaysia pada leg I dan tetap unggul di tempat sendiri. Rakyat Indonesia pula sedikit sebanyak akur dengan kesungguhan pemain Malaysia. 2-1 buat Indonesia adalah tanda kemenangan, dan agregat 4-2 diharapkan dapat memberi kehormatan buat pemain Malaysia yang saya rasa sudah berusaha sebaik mungkin demi membanggakan negara mereka.

Allah ada perancangan-Nya. Cukup kita berusaha dan bersyukur dengan nikmat-Nya.

-IMAN NAILAH 2010-

Sunday, December 19, 2010

Just finished SPM! Yahooooooo! NOW WHAT?


1. Define your own future
- This is definitely not the end but the beginning of a new stage of life. You are entering the ADULT life where there's nobody will (or should) tell you what you should do. It's you who makes the decision. So decide who you will be in the next 15-20 years. (Still it's important to seek advices from the more experienced people such as your parents before making the decision).

2. Discover yourself
- What do you like or talented to do? What you can produce for everybody's benefit? How can you develop these talents of yours? If you want to be a lawyer, ask yourself can you convince people? Can you analize problems and bring to the people the truth? If you are not sure, train and test yourself! Go to self-building camps, take English classes, make connection with people!

3. Turn your assets into gold
- See where you are going? Now to have something you have to give first. What do you have? Money? Freedom? Knowledge? Time? Let me suggest. I guess the best thing you can invest in is your time. It's free, it gives you freedom and your knowledge will increase by investing in it. So make it your greatest asset to build your castle of dream. Never waste a minute of it.

4. Take the trip of your lifetime
- You are going to KL for example. How will you bring yourself to the destination? By bus or train? Maybe by airplane? Which way will you take? The highway? The state roads? This is called strategizing. List all the options you have and use pro and cons.

5. Collect beautiful pebbles along the way
- Don't focus too much on your destination until you forget to enjoy the scenery along your trip. Capture it in your camera. Learn big from small things. Savour the moments!

Whatever the result is, remember there is no winner that never fails. And a winner becomes a failure when he stops with the success. And the most important, remember that Allah seeks for efforts, not the result.

Happy tripping to success ^_^


-IMAN NAILAH 2010-

Monday, November 15, 2010

Di Antara Langit dan Bumi


Kita di atas awan
menikmati pelangi
kita berbaringan
sambil menyanyi
yang kelihatan
hanyalah siang hari
kita tak merasa titis hujan
atau hangat mentari
kita mendengar tangisan
sayu pun mengerumuni
menghantar doa dan kemarahan
kita tetap diam di sini


tatkala hangat menjadi bahang
dan bintang berjatuhan
kita bertempiaran lari
debu dan tanah bertemu badan
akhirnya kaki pijak di bumi
rupanya bingit kedengaran
hanyir darah memenuhi
pemandangan
ngeri

menyelongkar secangkir iman
masihkah sudi
menelan
tajamnya duri



syukurlah bila di awan
berjuanglah bila di bumi
indah dan susah adalah ujian
tuah orang beriman
ganjaran menanti


-IMAN NAILAH 2010-

Monday, September 13, 2010

Palsukah Ketenangan Itu?

Kita selalu dikelabui sedikit kebaikan yang kita lakukan di sesekali sebulan. Kita merasa senang hati sudah menghulurkan sekeping dua sedekah buat pengemis jalanan. Kita merasa terbujuk dengan setitis air mata di hujung doa, sedang tak tahu adakah Allah menerimanya. Kita merasa teguh dengan ilmu agama yang disampaikan ke teman-teman, padahal amallah membuktikan iman.

Cinta Allah masih jauh untuk kita gapai, kenapa hati mudah merasa cukup? Memandang berdekad kehidupan, adakah bertambah dekat dengan-Nya? Adakah semakin mengenali-Nya?

"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah. Ketahuilah, dengan zikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia." (al Ra’d: 28)

-IMAN NAILAH 2010-

Monday, August 16, 2010

MIRACLE

Have you seen the face of a newborn baby? Have you ever hold them with your bare hands? Have you smell the scent while touching your nose to their warm, fragile skin?

It's like seeing a vivid, glowing ray so humid it makes you dwells in it. And even when you are in the bottom of the world, the darkness of no hope, the suffocation of no air, it comes like a door to heaven, a light so bright, a breath of fresh air. You are not only seeing it, but experiencing a miracle.

God made us from the conception of two different cells that fits each other in a way, then combined to grow into a human being. A process no man can replicate, even being studied for hundreds of years, happened from the days of Adam and Eve, not a single thing changed until today, but still it impresses us in awe. The fact is: we are the best creation ever made, the most perfect thing we will ever seen in our life. And to see things in their best form is when they are brand new.

I've watched hundreds of mothers gave birth to babies, the hurdles, the tears and smiles, we all will be there, InsyaAllah. With every birth of a new life, obviously no words can describe the feeling of the birth giver, but witnessing it for me, over and over again, the feelings never change. The warmth still covers your heart, filling it with live. I'm so glad I can appreciate this panorama again and again, being astonished every time and reminding me back to The Most Intelligent, The Creator, Allah s.w.t.

Once, I've seen a mother in labour of her child, she seems so exhausted, she might have been doing this for a few hours already. The doctors keep on motivating her to continue and not giving up. After a half an hour at last the baby was born. He is silent, no movement, and there's no effort to make the baby start breathing. The family was called, and the baby was given to them. They already know if the baby had already died inside the mother's womb. The mother showed no emotion, probably relieved after going through hours of exhaustion trying to give birth to the pulseless child, but in her eyes she seems so lost, staring empty. At the corner of the room, her husband was holding and kissing the baby with tear coming down his cheek.

My heart was throbbing, trying so hard not to shed tears while discovering a feeling of parents losing their child. They never seen him, they never touch him, they never got to know him, but they love him like they never love anything in the world. They weep for him like they know him their whole life. The emotion is inevitable.

Recently, I encountered some similar cases of mothers admitted to the hospital due to vaginal bleeding, together with high fever and looked very pale. After knowing the patient is pregnant, Ultrasonography was performed to confirm the diagnosis. No surprise, they provoked themselves to terminate their pregnancy, whether using pills (consumed or applied somewhere around the cervix area), an algae-wood called 'batang jarak' or bay the help of 'dukun' or 'mantri'.

Usually the cases circles around teenagers who 'terlanjur' and were not expecting baby from their illegal sexual activities, but shockingly I have met more mothers doing abortion because of too many children. In Indonesia there is a campaign of limiting maximum two children for every family, yes, but by using contraceptives, not abortion. Most of them have been pregnant for more than five times, sometimes even reaching 10. So I understand the burden of raising children with only the farther working as 'tukang beca', adding one more would not be an option.

There is one patient, a 32 year-old mother who already had four children, had two miscarriage (claimed to be spontaneous without any provocation), and now again having the third abortion. On USG the doctor found four 'batang jarak' in her womb. She lose words.

We asked why she did it, she said nothing. We asked why didn't she use contraceptives, she said she stopped hormones injection because her husband's complaint of lack satisfaction during intercourse. Then we ask if she wants to have a permanent contraceptive; tubactomy, she said her husband still wants another children. Then WHY SHE DID IT?? At last, we turned up at the first question.

Pregnancy preventions; contraceptive are all around from the cheapest to the most expensive, right next door marts (condoms) to the operation table (tubectomy or vasectomy), you choose. People always have a choice, desperation only appears when you chose not to choose another option, then you were left with the only option.

Killing human being is cruel and inhuman, but killing a miracle is denying God. If you are denying God, what else do you have?

~Thanks UMI, my inspiration~

-IMAN NAILAH 2010-

Monday, August 9, 2010

Fatamorgana

"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi yang dimakan manusia dan haiwan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan berhias, pemiliknya menyangka mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam dan siang, lalu kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kelmarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan kami) kepada orang yang berfikir."
-Yusuf:24

~Ingatlah hidup itu sementara, yang kekal adalah akhirat.~

-IMAN NAILAH 2010-

Sunday, August 1, 2010

Memanfaatkan Kesulitan

Kita selalu mendambakan yang indah dan selesa. Senang dan gembira. Tapi hidup selalu menafikan harapan, kerana selalunya kita punya pengharapan yang tak seiring kenyataan. Kita tahu hidup itu ibarat roda, hidup penuh liku dan cabaran, tapi kenapa bila datang susah dan payah kita mengeluh dan merudum jatuh?

Orang yang berjaya bukanlah yang paling banyak cabaran dan kesusahannya, kalau begitu orang miskin, tukang buruh dan pesakit kroniklah yang harus berada di puncak. Tapi yang memanfaatkan kesusahan dan cabaran itulah orang yang benar-benar berjaya.

Di saat kesibukan yang mencengkam, melelahkan jasad yang sungkam, aku menemui manfaat kesusahan. Baru, baru inilah aku menyedari rahsia sang pejuang. Mereka bukan pelajar ilmu kebal, bukan juga peminum tongkat ali atau kacip fatimah, belum tentu juara maraton 20km, tapi merekalah yang mencari bahagia di celah kusut dan beban.

Rasulullah saw, idola semua idola (bukan idola cilik ye), merupakan orang yang paling hebat memanfaatkan segala ujian dan kesulitan hidup baginda. Baginda memang diizinkan Allah seorang yang ma'sum, tapi baginda mengaplikasikan konsep 'maintain and improve' berbanding 'inherit the goods'seperti kebanyakan manusia. Kenapa Rasulullah sangat sabar? Bukan kerana baginda diciptakan mempunyai sifat sabar yang luar biasa, tapi kerana baginda melatih dirinya dengan setiap cubaah yang diberikan. Ketika rumah baginda dilempari najis, baginda memilih untuk mendapatkan pahala kesabaran, sekaligus mengagumkan para musyrikin serta menarik hati mereka ke arah Islam.

Dan barulah aku rasakan kebenaran dari sabda Nabi, sesungguhnya solat itu adalah istirehat, bila kesibukan melanda, waktu yang sedikit itu aku dirikan solat dengan penuh ketenangan. 5 minit yang singkat itu terasa sungguh menyegarkan, otot-otot yang kelelahan terasa kembali cergas, minda yang kusut dan hati yang sungkam kini semangat. Rupanya inilah kebahagiaan sejati. Seandainya aku tak merasai keletihan mental dan batin ini, adakah aku akan merasakan ketenangan sejati itu?

Betapa Maha Pengasihnya Tuhanku, Dia sentiasa pastikan ada insan yang membimbing dan menyokongku bila saja aku merasa perlu. Kadang hati tidak kuat menahan sakitnya cemuhan dunia, kembalilah kepada yang tersayang kerana cinta mereka bukan tiruan. Aliran kasih Allah, seperti embun yang menitis di pipimu. Sangat berharga dan bermakna.

Kesulitan hidup itu lumrah. Jadi tempuhilah rimba dengan bakul di tangan, buat mengutip buah di perjalanan, jangan cuma digigit serangga dan ditimpa hujan, sampai sesat tanpa haluan.

Rimba tebal bakal disinggah, Ramadhan yang penuh berkah. Sediakan dirimu dengan kekuatan dan stamina, dan mari manfaatkan!

*Sedang melalui masa-masa penuh cabaran, tulisan ini sebagai peringatan buat diri yang sering lupa dan kelelahan. Terima kasih umi, abah, babal dan sume yang memberi kekuatan. And for u who reminds me that patience is a part of me. :)

-IMAN NAILAH 2010-

Thursday, June 17, 2010

Pembalas Madu


Tersinggung sudut rasa,
mendengar bisik minda
yang keruh dan keledak.

Saat arah jalan berubah
seratus lapan puluh darjah,
Tafsiran tergugah
dari fitrah.

Amal dan taat yang hilang
dibalas dengan sinar paling cemerlang
hingga silau - tak sanggup dipandang.

Aku malah bertanya: Kenapa?
mengintai maksud di balik rencana
berteka-teki dengan Sang Empunya.

Kusut bertatih,
Berkedut dahi memilih
Apakah menyisih
atau menyahut gigih.

Kurenungi langit kelabu-
cuba mencari indahnya biru,
Malah
Tujuh rona datang bertandang,
mengingatkan DIA-lah;
Maha Penyayang.
DIA-lah;
pembalas laba dengan madu.

17 Jun 2010
ALHAMDULILLAH~

"Semua umatku pasti masuk syurga kecuali mereka yang tidak mau. Para sahabat bertanya siapa yang tidak mau dengan syurga? Rasul menjawab siapa yang taat kepada perintah Al Qur'an dan Sunnah dialah yang mau masuk syurga tapi yang membenci perintah ku dialah yang tidak mau." - Al-Hadith

"Jika kabur bagimu dua perkara, maka perhatikanlah salah satu dari keduanya yang paling terasa berat bagi nafsu, lalu ikutilah ia. Karena tidak ada sesuatu yang terasa berat bagi nafsu kecuali sesuatu itu yang benar." -Ibnu Athailah.

Sunday, April 11, 2010

Peringatan Buat Diri

بسم الله الرحمن الرحيم

Sami Yusuf - Supplication .mp3
Found at bee mp3 search engine


"Orang yang berakal itu ialah orang yang dapat menundukkan dirinya dan bekerja untuk (bekalan) setelah mati. Orang yang bodoh itu ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan mengharap dari Allah berbagai harapan."

-Al-Hadith

Kita dunia
Seperti penunggang ombak
Kita tetap duduk
Sedang masa berlalu
-Imam Syafie

"Yang dekat (hari kiamat) telah makin mendekat.
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
Maka apakah yang kamu merasa hairan terhadap pemberitaan ini?
Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?

sedang kamu lengah (darinya).
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)."
- An-Najm : 57-62 -

Wednesday, April 7, 2010

Quiet Quote of Mine



What signifies you is not just being right, but to know that what you are doing is right.


It is easy to believe. What's difficult is to think, and then believe.


Friends are everything that connects you to life.


FAITH is the door, KNOWLEDGE is the key that opens the door, and LOVE is the thing that keeps you inside the door.


Chance is a dodgeball. It come so fast you gotta be alert to your surrondings. There's only one time you are going to be hit by it, you gotta catch it or you lose.


-IMAN NAILAH 2010-

Sunday, December 13, 2009

Antara Laxadine Syrup dan Supposutoria

Suatu malam di Hospital Labuang Baji, seorang pelajar perubatan berjalan malas ke wad Baji Kamase 2, melihat ke dalamnya, suasana sepi. Hanya kedengaran suara pesakit mengerang kecil, ada yang sesak nafas tak dapat tidur. Semuanya permandangan biasa bagi si pelajar, apa lagi mata sudah mengantuk, tugas ini ingin cepat-cepat diselesaikan.

Dia datang kepada seorang pesakit dengan suspect penyakit Limfoma Maligna untuk melakukan follow-up tanda-tanda vitalnya. Seperti biasa dia meminta izin kepada pesakit dan isterinya yang setia menjaga di sisi untuk melakukan pemeriksaan. Pasien yang sedang menahan kesakitan mengangguk pasrah kerana sejak kemarin lagi beliau diperiksa setiap satu jam. Setelah selesai memeriksa tekanan darah, nadi, pernafasan dan suhu pesakit, tiba-tiba isteri pesakit bertanya:

Isteri pesakit : Doktor, tadi saya disuruh beli ubat ni… (sambil menunjukkan preskripsi ubat bertulis Laxadine syrup).

Pelajar perubatan : Ooo, ni pencahar makcik, untuk lancarkan buang air. Kan pakcik (pesakit) tak buang air besar sejak 2 hari lepas, kena minum ubat ni supaya senang keluar.

Isteri pesakit : Ya doktor. Tapi tadi saya pergi farmasi, harganya Rp25,000(=RM10). Boleh tak saya beli bentuk pil yang masuk dalam punggung?

Pelajar perubatan : Ooh, yang supposutoria? Kan doktor dah preskripsikan ubat minum. Sama je kandungannya.

Isteri pesakit : Kalau sama, saya beli yang supposutoria jela doktor ye…

Pelajar perubatan : Pakcik tak boleh minum ke? Sakit ye kalau menelan?

Isteri pesakit : Eh, boleh je doktor.

Pelajar perubatan: Ha kalau macam tu lebih baik beli yang syrup. Lagi untung, boleh pakai lama. Kalau supposutoria sekali pakai je.

Isteri pesakit : Takpela satu kali pun takpe, daripada takde. Kalau bentuk pil tu Rp9,000(=Rp3) je. Kalau yang syrup Rp25,000, saya tak cukup duit.

Pelajar perubatan : (terdiam)

Isteri pesakit : Takpelah doktor, saya pun ingat nak keluar dah esok. Duit cukup-cukup untuk balik je. Saya kena balik sambung keje untuk cari duit, dah takde orang lain dah.

Pelajar perubatan: Anak makcik?

Isteri pesakit: Anak makcik pun sakit jugak. Sejak kemalangan aritu, dah tak boleh buat keje sangat dah.

Pelajar perubatan: Emm… makcik tunggulah dulu sehari dua lagi ye. Lagipun pakcik kan nak dibiopsi, nak pastikan penyakit die. Lepas tu kena berubat makcik, tak boleh biar je…

Isteri pesakit: Takpe doktor. Pakcik pun dah elok sikit semenjak masuk sini. Saya ingat nak balik keje untuk kumpul duit dulu. Nanti kalau dah ade duit saya datang lagi… kalau umur pakcik panjang…(diam sebentar). InsyaAllah…

Pelajar perubatan:InsyaAllah…

Isteri pesakit: Jadi saya beli yang bentuk pil je doktor ye? Kena tukar preskripsi ke doktor?

Pelajar perubatan: Takpe, esok saya bagitau doktor supaya tukar ye. Lagipun dah malam, farmasi mesti dah tutup. Makcik sabar ye…

Pelajar perubatan itu berfikir panjang setelah keluar dari wad tersebut. “Duit makcik tu tak sampai Rp25,000. Astaghfirullah… sudah susah, diberi lagi dugaan sakit yang berat. Sesungguhnya Allah tahu mana hambanya yang kuat bersabar. Dan wallahu’alam, aku rasa aku tak sekuat itu…”.

Malam yang biasa-biasa itu mengetuk hati pintu si bakal doktor yang selama ini selalu menganggap enteng kisah hidup para pesakit. Hatinya yang membeku dek dinginnya angin malam dicairkan oleh wajah hangat si ibu tua.


-IMAN NAILAH 2009-
Catatan: Dialog disesuaikan ke Bahasa Malaysia untuk memudahkan pembaca.

Monday, November 16, 2009

Menjadi Sang Semut


Busut yang tekun dibangun
ternyata tidak kukuh
bila dilanggar bah – ia pecah

Sebab ia tetap busut

dan aku tetap semut.


Sudah resam hutan,

Kadang kering kadang hujan

Tetap: untung bila berlindung

Usahakan lagi –

kerana nanti –

yang mengagumkan bukan tinggi

tapi istiqamah yang tak berhenti!

16 November 2009
-Iman Nailah-
Masih Ada Khabar… :)

Thursday, November 12, 2009

ANUGERAH

Nahwan Nur - Anugerah .mp3
Found at bee mp3 search engine


Anugerah
Album : Di Kala Hati Bercahaya
Munsyid : Nahwan Nur
http://liriknasyid.com

Jalan yang berliku
telah aku lalui
juga jalan berbilang simpang
telah aku redahi
aku rebah aku tersungkur
lalu bangkit berbekalkan azam
jua iman dari-Mu Tuhan
dalam meneruskan perjuangan

Anugerah dari-Mu Allah
kusalurkan menuju jalan-Mu
anugerah dari-Mu Allah
dalam mengetuk hati insani

Dari kamar sepi ini
kusenandung puisi lagu rindu
untuk-Mu Tuhan yang kuagungkan
demi kasih dan cinta ini

Tabah dalam menghadapi
segala cabaran dan rintangan
pasti nanti di suatu hari
perjuangan tersemat di hati

Terbinalah impian indah
yang tercipta dari anugerah
moga ia kan jadi nyata
sebagai pengukuh cinta kita

Lagu: Nasation Abdullah
Lirik: Romzi ishak & Nasation
Solo: Nasation Abdullah

Thursday, September 24, 2009

How to Make People Misunderstand You


I’ve been involved in a lot of misunderstanding, and lately it has become one of my specialties. Either I made other people misinterpret what I meant or I’m the one who got the wrong idea. It keeps on happening.

So these are the steps on HOW TO CAUSE A MISUNDERSTANDING:

1. Use gestures and signs instead of words and sentences.

2. Use one or more messenger(s) to form a message chain instead of informing straightly to the person himself.

3. Use short-forms, unfamiliar words or much better; a different language.



4. Practice whispering in public.

5. Instead of mentioning the exact time or the name of a place and/or a person, replace them with much more common phrase like “that place” or “usual time” or just “him/her”.

6. Assume people will always understand what you say.

7. Never use emotions. Ever.

8. Always use one-way communications. E.g. SMS instead of call, emails instead of chatting, notes instead of face-to-face interaction.

9. Always takes what people say, especially jokes, seriously.

10. Stick to assumptions. Don’t ask.


Conclusion:
Misunderstanding is an ACCIDENT that CAN BE PREVENTED.

It may not take lives like what accident between vehicles usually did, but it can break a heart and that is unnecessary for something that could be avoided.


-IMAN NAILAH 2009-

Sunday, September 6, 2009

Mencari Yang Lebih Baik dari Seumur Hidupmu


Sepuluh akhir Ramadhan adalah di antara malam-malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan yang tertentu. Tidak perlu ada kesangsian tentang wujudnya Lailatul Qadar karena firman Allah:

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apabila yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lalilatulqadar. Lalilatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar.” –Al-Qard : 1-5

Diriwayatkan oleh Ali bin Aurah pada satu hari Rasulullah telah menyebut tentang empat orang Bani Israel yang telah beribadah kepada Allah selama 80 tahun. Mereka sedikitpun tidak derhaka kepada Allah swt lalu para sahabat kagum dengan perbuatan mereka itu. Lalu Jibrl datang memberitahu kepada Rasulullah bahwa Allah swt menurunkan yang lebih baik dari amalan mereka. Jibril pun membaca surah Al-Qadr dan Jibril berkata kepada Rasulullah anugerah Allah ini adalah lebih baik daripada apa yang engkau kagumkan dan ini menjadikan Rasulullah saw dan para sahabat amat gembira.

Kata Aisyah r.a: “Nabi saw apabila masuk 10 terakhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah.” ~Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah.”

Diriwayatkan sebuah hadith oleh Abu Hurairah r.a bermaksud: “Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan solat dan berbagai jenis ibadah yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah nescaya ia diampunkan dosanya yang terdahulu.”

Diterangkan dalam satu hadith yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a: “Biasanya Rasulullah saw berusaha dengan bersungguh-sungguh memperbanyakkan amal ibadahpada 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan berbanding masa yang lain.”

Dalam hadith yang lain Aisyah r.a juga meriwayatkan bahawa Rasulullah saw bersabda: “Bersedialah dengan bersungguh-sungguh untuk menemui malam Lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil dalam 10 malam yang akhir daripada bulan Ramadhan.”

Ada hadith yang mengatakan bahawa Lalilatulqadar pernah ditemui dalam zaman Rasulullah saw pada malam 21 Ramadhan dan ada juga pada malam 23 Ramadhan dan 27 Ramadhan, namun bila sebenarnya malam Lailatulqadar adalah rahsia Allah. Hikmah di sebalik rahsia tersebut adalah agar kita mencari dan menghayati 10 malam terakhir Ramadhan dengan amal ibadah yang sesungguhnya.

~Kejarlah yang pasti~

-IMAN NAILAH 2009-