Saturday, September 13, 2008

Malaysia...here I am!

Assalamu'alaikum wbt...

Alhamdulillah, in Malaysia I am...
gathered again with my beloved family! :)

To all my friends in Malaysia, be sure to meet me during Raya k!
This is not a promise, but a hope...
by the way, we've moved to Seksyen 8, Shah Alam!
Our house is still under construction, some finishing and furnishing...
Hope it will be done before Raya...(will it? doubt it looking at the way it is now...huhu)

An important announcement: It might be quite difficult to ctc me thru friendster and YM due to no internet service(yet) in my house. So my blog is gonna be inactive for quite sometimes...hope not for long... :)

Well, can't wait to see everybody especially my best buddies...
Love to here from all of you...
Wallahu'alam.

Monday, September 1, 2008

Oh Ramadhan...you're back! :)

Ramadhan comes to our door once again...

Let's open the door with a bright honest smile...

Let's serve the guest with a nice preparation: the drink of ikhlas and the meal of ibadah...

Let's read to him the recitation of ayatul Quran, zikrullah and prayers to the Most Merciful...

Let him sleep on our bed while we perform qiam in the silent 1/3 of the night...

Let's bring him to places like masjid and madrasah...

Let it mingle with our family so that they can feel his warmness...

Let's send him back with a great satisfaction, and hoping his Lord will grant us with the Lailatul Qadar and the best - a ticket to the Jannah

~IMANNAILAH 2008~
noradrenaline2001@yahoo.com

Friday, August 22, 2008

Monolog Hati yang Berkelana

Pemandangan di samping rumah Pak Desa, di tempat aku sering mencurah rasa di catatan harian

Subuh yang dihias bunyian unggas membelai hatiku yang kesepian. Sendiri dalam jiwa biar ditemai 12 lagi teman posko yang ceria dan mesra, sering berjaya mencuit hatiku. Keletah setiap satu dari mereka membuktikan ragam manusia memang menjadi perencah dunia bagai rempah ratusan yang memeriahkan rasa, dan bagai bunga pelbagai warna yang mengindah panorama. Tapi siapkah aku mencicip rempah yang pedas? Atau memetik bunga berduri?

Inilah hakikat insani.
Hadirnya aku di desa ini adalah melangkah ke kota baru. Tetapnya aku di sini adalah cabaran penuh berliku. Rupanya menetap tiu lebih susah dari terus berubah. Kerana insan di sekitarku berbeza, andai aku tak teguh, aku akan hanyut bersamanya. Kota ini ibarat sarang labah-labah, andai aku baik dengan tuannya, mudahlah aku berkelana. Hubungan yang rapuh bisa mengorbankan diri sendiri.

Persoalannya, kuatkah aku mengharung badai hati sekencang angin di pinggiran bendang? Badai sering mendorongku ke kebun lalai dan alpa yang nantinya memerangkapku di jerat cinta. Berbaur dengan teman bukan muhrim cukup menguji.

Tujuh minggu tinggal serumah, tegakah imanku?

Auratmu yang cuma membenarkan wajah dan pergelangan tangan diperlihatkan, mampukah dipelihara?

Ikhtilat dan pergaulan makin biasa menjelang seminggu bersama, relakah meroboh segala tembok maluku?

Sabar! Di sinilah perisai jiwaku teruji, dengan segala kepayahan dan keganjilan yang belum pernah kulalui, tahankah amarahku?
Zahirnya KKN cuma sekadar berprogram dan beraktiviti si desa-desa, tapi batinku yang teruji. Payahnya menjaga hati dan iman, apalagi kepunyaan teman-temanku...
Wahai diri, janganlah berfikir amanahku cuma hatiku, tapi hati-hati yang kekeosongan di poskoku harus juga aku kenal pasti. Bagai perut yang kosong tak diisi makanan, pasti bakal pedih. Mata kail yang sering dilempar ke dalam parit pasti mengait sampah.
Akulah doktornya. Aku harus menjadi doktor jasmani dan rohani. Mengambil berat pada yang kurang gizi dan yang kurang mengaji. Memberi nasihat kepada pasien berlebihan berat badan dan pasien berlebihan hiburan. Memberi ubat kepada yang sakit kaki dan yang sakit hati. Tapi jelas, tak mudah menjadi doktor ini. Perlu peringatan dan pegangan, itulah Al-Quran dan As-Sunnah. Juga teman yang sering mengingatkan, yang menarikku saat ku hanyut, yang memapahku saat ku lelah.
Wahai diri, usahamu tak bererti bila ia bukan dari hati dan hasilnya tak dihargai bila usahamu bagai menyepak pasir di jalanan....
(Monolog ini ditulis sewaktu berperang dengan godaan nafsu dan kelelahan iman, semoga dapat menjadi peringatan buat yang bakal berkelana di kemudian hari...)

Sunday, August 17, 2008

My Havoc 'Padaelo Crew'


Tribute to my KKN (Kuliah Kerja Nyata) Frenz...



Citra Ladela W.

Di FK, aku tak pernah kenal dekat dengannya. Jodoh mempertemukan kami di Desa Padaelo dan Citra yang awalnya kalem2 ternyata seorang yang cerewet! Suka sekali narsis, puji diri sendiri terus. Yalah, kalo bukan diri sendiri, siapa lagi mau memuji, toh? hehe... Mengejutkan juga, segala jenis games tersimpan dalam laptopnya! Julukan Miss HBO juga tak kalah diberikan kepada Citra gara-gara tiap filem yang ditayang di TV pasti sudah bisa diceritakan sinopsisnya! Citra sangat lembut, cocok dengan darah Jawa yang mengalir dalam dirinya. Kalau bagian membantu, bilang saja, pasti dengan senang hati dia akan menghulur tangan. Dia juga yang sering mengajak aku solat saat aku terleka. Kalau bab ghibah, dialah paling menjauhi...alhamdulillah karena telah menjadikan dia temanku...Ukhwah fillah!


Arfan A. M.

Dia juga anak FK yang tak pernah ku kenal sebelum KKN. Arfan, kayak pernah dengar, tapi yang mana ya? Aduh, parah banget nih. Sesudah ketemu waktu pertemuan dengan supervisor, "Ohhh...yang ini...". Haaa, lucu sekali. Kejadian saat pemberangkatan ke Pinrang tak mungkin kulupa. Saat Arfan kehilangan travel bagnya! Mukanya gelisah banget! Gue jadi takut! Untung ketemu...kalo tidak, mungkin harus pinjam baju teman2 duluan. Hehe... Di posko, Arfan terkenal banyak bicara. Kalo rapat, posisinya mesti di tengah-tengah lingkaran. Dia juga peminat volley. Segalanya tentang volley - minat bermain, minat menonton, minat pemainnya juga! haha... Arfan ini paling dekat dengan warga desa Padaelo sampai dipanggil 'warga'oleh kami seposko. Apapun dia lucu dan pintar...suka sekali melihat dia sebagai juri cerdas cermat. Keliatan berwibawa banget! :)


Aswadi Ibrahim

kayak bapak-bapak toh?

Anak FK ini famous banget di kalangan anak Malaysia karena baik dan dekat dengan kami. Tapi aku tak sempat kenal dengannya sebelum ketemu di posko. Aku coba mencari apa yang membuat orang merasa senang dengannya. Seminggu dua, aku merasa biasa... semakin lama, aku mula meliat, ternyata dia ini anak yang ramah, lucu, tenang, dan gila banget! Saking gilanya sampe semua anak posko memanggil dia "Step"! Haha... Jiwa Wadi memang lembut banget, yang disukanya kartun dan kucing! Dia ini bisa diajak bicara dalam apa subyek sekalipun. (yakah?) hehe... Memang betul2 jodoh (jd teman) ketemu di situ karena kami memang ndak pernah bicara waktu di FK dan di KKN kami jadi dekat. Bisanya dia mau belajar Bahasa Malaysia baru bilangnya cuma 5 hari sebelum selesai KKN! Pokoknya, Kordes, Step, Nobita, Sinyu, Giant, Sizuka dan Takesugi ini emang gue senang banget!



Mirzah


Mich yang ku rindui!!! Dia awalnya kuliat malu2 sekali waktu ditunjuk jadi bendahara. haha... Aku sempat kaget saat melihatnya ketawa buat pertama kalinya. Anak ini memang ndak bisa berhenti kalo ketawa, lagi-lagi saat liat muka Sinyu. Haha...(5 menit kemudian).... Ternyata Mich pintar bicara, cocoklah sering jadi penyiar dan MC acara. Michalah teman jalan-jalanku ke posko2 tetangga spt Manarang dan Padakkalawa. Dia yang bikin posko Manarang jadi dekat sekali dengan posko kami. Dia juga yang selalu sabar berulang menjemput cewek2 ke sana sini. Micha jiwa yang halus, suka mengusik dan lucu. Kadang di sore hari qta ngobrol berdua di tepi rumah...kamu sering ajarin aku bahasa gaul, bercerita tentang apa saja...pokoknya aku senang banget! Mich, kamu ingat tidak aku pernah minta kamu jadi pemantau bahasa Indonesia ku? Jadi bagaimana sekarang bu guru? ;)



Nur Rahmah Munir


Rara satu2nya anak Fakultas Gigi di posko. Kalem, pemalu, dan sering dengan HPnya. Hehe... ya iyalah banyak fansnya... Rara ini baik banget, pernah satu kali kakinya terbakar gara-gara kesilapan aku. Aku takut sekali waktu itu, aku takut kalau kamu bermasam muka denganku... ternyata kamu sabar banget. Tak sedikit pun marah padaku. Sakitnya dia tahan dengan sabar sekali... sudah itu diare pula (tp kali ini bukanlah kerna aku). Sabar benar dia pergi ke WC berulang kali! hehe... Akhirnya baik juga biar bukan dengan obatku (dokter belum terakui...hehe). Rara juga pintar masak! Ok, jadi sekarang aku mau kasitau satu rahsia... : Aku akui kamu itu benar2 sweet! (yah, Rara sudah malu2...)

Yuni Alfrianty

Pertama kali liat anak FKM asal Toraja ini ku fikir yang paling kalem (di antara teman2 FKMnya dong, masa' antara semua? hehe), ternyata aku salah sekali. Ternyata Yuni ini aktif banget! Bicara teruuus! Yaah, terkenal usil banget... Tanya saja sama semua yang pernah datang ke posko, kalau disebut Yuni, pasti dikenal. Pernah satu kali temanku datang ke posko, belum lama sudah diusir ama Yuni dengan kata-katanya yang lucu sekali! Jangan salah sangka naa...Yuni bercanda dan anak-anak ketawain teman2ku...untung ndak ada yang menyimpan rasa. Malah datang ke posko terus! hehe.. Kalau mau tau Yuni ini gifo loh! Kalo berfoto pasti dengan gaya andalannya kayak mau terbang...haha... Fotonya juga ndak bisa jelek, kalo jelek pasti dihapus. Aku sebagai fotografernya capek banget, tapi lucu dong! Kalo liat fotonya di atas pasti ndak percaya dia ini anak usil toh? haha...Fotomu bakalin ku tatap selalu.... ;)



Indar Manuk Allo

Iklan promosi sumur tembok pake mesing!

Pertama kali saya liat kamu liatin saya terus...(jadi GR nih...hehe). Cewek ini suka sekali memanggilku imeeeng! Ternyata kamu itu 'havoc' banget! Teman makan rujakku yang paling setia! Ahli lombok rujak! Kamu bisa buka toko dunkz! Hehe Kalo sudah buka nanti bilang memang naa... Supaya aku bisa jadi pelanggan setia! Biar dia sangar sekali, dia juga anak yang manja... bukan mandi jarang na...itu julukannya Yuni! hehe Indar itu manja, jujur sekali... paling rajin ke dapur (UGD versi Indar! hehe...) Dia juga guru motor koplingku! Suka sekali tanya-tanya tentang apa aku sudah berpunya, emangnya kamu mau nyatukan aku dengan siapa-siapa? Hehe... Indar, teruskan pake jilbab, solat dan puasanya na! Kamu itu orangnya gampang disiplin...pasti kamu bisa! Sayang kamu!!!



Masembo Sarungallo

Selendang sutra...(selendang sutra! selendang sutra!) hehe...lucu sekali tarianmu sama Indar! Kamu buat aku tertawa terus! Sembo yg juga anak FKM paling suka bicara Bahasa Toraja. Awalnya keliatan serius, kalem, ternyata lucu sekali!!! Ingat lagi waktu kamu bingung2, kamu kasikan kertas ke Wadi, kamu bilang "Ini dia..." baru setelah itu kamu bilang lagi,"Apa itu ya?" Aduuuh...lucu sekali! Ternyata Sembo yang paling tua di antara kami, tapi mungkin ndak disadari gara-gara tubuhnya yang kecil imut. Sembo selalu ingat sama Pak Desa dan Ibu Desa kalo mau makan...dia juga hormat sekali sama yang lebih tua...bagaimana yaa...susah dijelasin, tapi itulah pokoknya. hehe... Sembo, aku rindu ama kamu!

Dudi Agustiawan


Dudi paling semangat waktu pertama kali ketemu. Mukanya suka malu2...lucu... Kalo ketemu cewek, semuanya manis terus! Hehe... Dudi ini memang ahlinya FKM. Dia yang banyak jelasin hal-hal pendataan dan yang semacamnya pada kami, terutama aku yang selalu tak mengerti. Dia juga seorang yang keren...(bacanya kayak kordes yaa) hehe... Bicaranya suka sekali okkotz dan cepat sekali! Sampe kadang sukar ditangkap...haha...Dia juga lembut sekali ama cewek, bisa dibilang gentleman gitu loh!(kamu jgn GR ya Dudi...) Dia pintar main gitar, sering sore2 dia ama Indar membikin suasana ndak sepi... menghibur kami seposko... :)


Afny Mambaya

Tubel? (terkedip kedip...) :0 Yang benar dong...! Masa' tubel semuda ini? hehe Ternyata punya tubel kayak Kak Afny bikin kami beruntung banget! Soalnya dia baik banget! Kak Afny akan jadi orang pertama yang bangun nak langsung mandi! Begitu juga kalo sore...lagi2 kalo ada Coffee Prince, jam setengah 4 sudah ke kamar mandi! Pokoknya dia ratu telenovela dan seri TV! Romantis banget! Hehe... Kalau mau tau suaranya Kak Afny bagus banget... cuman dia sering malu2 kalo mau nyanyi sendiri. Saat nyupir kami sering tukaran cerita tentang Toraja dan Malaysia. Bikin masing2 pengen sekali ke tempat tinggal masing2. Huuu... Kak Afny, tunggu yah aku bakal ke Toraja!

Rifani Fauzi

Hmmm...cowok farmasi ini misteri banget. Awalnya aku fikir dia anak band yang suka nongkrong2, ternyata aku salah besar! Ternyata dia sosok alim yang gaul. Haha... Tapi semakin hari, ada saja tentang dia yang ngejutin aku. Ndak usahlah dibilang di sini, pokoknya sampe sekarang masih susah ngertiin Odjie... Ternyata Odjie lucu orangnya, bisa diajak bicara, dan kreatif! Tiap pagi dialah yang sering bangunin anak2 Solat Subuh, ke mesjid hampir tiap kali solat. Di dia aku kenal Ummahfilms, yang bakalin aku ikut terus. Kasihan sekali waktu kami bikin perjanjian supaya dia berhenti minum kopi sepanjang KKN, ternyata 3 hari cukup menyiksanya. Kami sememangnya ndak tega, akhirnya Wadi menyuarakan kasihan buat Odjie, kami pun akhirnya menghentikan perjanjian itu. Ternyata perubahan itu susah dan ndak bisa dipaksa. Apapun dia sudah mengurangi dan apa yang kami maukan hanyalah yang terbaik untuknya. Maaf ya cess... Apapun, sy liat kamu bisa jadi da'ie yang sukses. Banyak ilmu dr bermacam aspek, gaul(mengerti pemuda2 kini - ya iyalah, kamu juga kan pemuda...hehe), punya pegangan, jelas dengan masa depanmu, insyaAllah...teruskan usahamu!


Eka Gusnawati

jelas sekali toh polosnya?


Eka ku kira anak yang kalem banget di awal pertemuan. Ternyata ketipu! Kayak Citra, cerewet banget sih! Kalemnya cuman kerna dia sendiri cewek farmasi. Setelah kenal, ternyata bisa ribut! Akhirnya jadi musuh baik si Yuni yang usil! Haha... Manakan tidak, dia itu lugu dan polos banget! Bisanya saat aku pengen sekali makan bakso, kedengaran bunyi bakso lewat, ku suruh Eka mengejarnya hingga dapat. Dengan gelas masih ditangan, sungguh2 dia mengejar mas bakso... meliat mas bakso sudah jauh banget, dia kembali ke posko dengan kecape'an dan kecewa. Ternyata dia begitu polos mengejarnya! Dikerja'in dong! kasihan banget deh...tapi terlalu lucu hingga ndak bisa ditahan ketawanya! Hahaha.... Eka juga penakut anaknya...hehe...kalau dicerita'in yang seram2, pasti takut sekali! Satu lagi, Eka juga anak manja! Jangan marah ya...tp sekarang setelah KKN kayaknya sudah tidak lagi yaah? hehe... Miss u much Eka!


Kalian mewarnai hidupku... terima kasih!
Maaf ya kalo tulisan ini ada yg menyinggung perasaan... intinya, kalian sangat ku hargai! Kapan lagi kita ketemu yaa...InsyaAllah, frens forever!

Monday, August 4, 2008

Pilih Satu Bintang


Memandang jutaan bintang di langit malam
Mendamai sekejap jiwa yang kusut
Kalau ia dituntun lagi
Aku bakal menjadi bingung
Seperti memilih satu bintang paling memikat

Ini soal hati
Dan hati tak mampu ku rujuki
Aku dalam kotak beratus segi
Tak baku dipandu satu arah yang tepat

Masa berdetik
Mengetuk belakangku agar berjalan
Tapi cuma jasad yang bergerak
Jiwaku sedang tersekat di batu gergasi
Aku tak mahu melepaskan
Tapi tak mampu menentukan arahku sekarang

Aku dihembus angin yang sering berubah
Melelahkan tubuh yang tak gagah
Jangan sampai akhirnya tiada makna
Dan semua jiwa berdarah dan menempah susah

Kapankah gerak hati ini akan benar?
Bilakah suluhan itu menemui maksudnya?

Ada batu lagi di depanku
Adakah ia tempat berlabuh?

(Ya Allah, show me what's best...Amiin...)

Wednesday, July 23, 2008

Pahalaku Buat Teman

“Dah-dahla tu…” perlahan suara Suhaili berbicara, di wajahnya tampak tak selasa.

Hajar dan Miza menoleh serentak ke arah Suhaili. Keduanya menunjukkan riak terkejut dengan apa yang baru dikatakan Suhaili.

Wajah Suhaili yang masih tunduk di sisi mereka mengelus perlahan. “Aku taknak bersubahat…” ada kekesalan di suaranya.

“Bersubahat ape?” berkerut muka Miza memandang sahabat mereka itu.


“Korang mengumpat…cakap pasal orang yang kita kenal pulak tu.”, walau resah, Suhaili tegas.

Serba salah, Hajar dan Miza berpandangan. “Kitorang cuma cakap pasal apa yang dah terjadi….” Hajar memberi alasan.

Suhaili lantas mengangkat mukanya. “Exactly! Cerita tentang orang lain di belakang mereka. Bila korang mengumpat somebody, korang sebenarnye tengah sedekahkan pahala korang kepada orang tu…”

“Tapi…” Hajar kehilangan kata-kata.

“Apa tujuan korang cerita tadi sebenarnya?” Suhaili seperti seorang peguam menyoal siasat tertuduh di kandang pesalah.

“Nak luah perasaan je…takkan tu pun tak boleh. Simpan lama-lama boleh meletup tau!” cepat Miza membalas.

“Boleh je…tapi jangan disebut-sebut nama orang berkenaan…” rendah nada Suhaili, cuba menenangkan keadaan. Miza terdiam memandang lantai. Hajar pula berfikir sesuatu.

“Elly, aku rasa setiap hari pun kita buat benda mengumpat ni…susahlah nak elak…”.

“Memang susah, tapi wajib elakkan. Tau kan kalau kita mengata kawan kita, kita macam…”

“…makan daging saudara kita…”, Miza menyambung kata-kata Suhaili. Matanya terus merenung lantai yang kosong. Suhaili mengangguk perlahan. “…yang dah mati…”* dia menghabiskan ayat itu.

“Aku pun perempuan jugak. Dulu aku pun selalu je bercakap tak henti-henti. Apa benda je terlintas aku akan cakap. Teruk sangat…” Suhaili menceritakan sepenuh hati.

“Sampai satu kali tu, Allah nak tunjuk, orang yang aku mengata tu terdengar apa yang aku cakap. She was my close friend. We never talk again ever since.”, wajahnya terlihat kekesalan mendalam. Miza dan Hajar mendengar penuh khusyuk.

“Aku menyesal sangat. Tau tak betapa besarnya dosa mengumpat ni sampaikan kalau kita mohon ampun kat Allah pun Dia tak dapat maafkan.” Kelihatan mata Suhaili bergenang.

Hajar terkejut. Bulat matanya memandang Suhaili. “Biar betul?” bisik hati Miza.

“…sampailah orang yang kita umpat tu maafkan kita.” sambung Suhaili.

Miza dan Hajar mengangguk-angguk.

Suhaili bingkas mengangkat wajahnya. “Kita percaya tak Allah sedang perhatikan kita? Kalau kita percaya, kita takkan berani buka mulut. Every words dari mulut kita, kita akan fikir dulu sebelum sebut. Inilah namanya taqwa, berhati-hati dalam setiap perkara yang kita buat. Okay?”

“InsyaAllah…” terbit senyum di bibir Hajar dan Miza.

Beberapa dalil tentang ghibah atau mengumpat:

Menurut satu pendapat, perumpamaan orang yang mengumpat adalah seperti orang yang meluruskan senjata manjanik (alat pelempar yang diberi peluru panah api). Kebaikannya ia lempar ke arah timur dan barat. Dia mengumpat orang khurasan, Hijas, dan Turki. Kebaikannya ia pisah kemudian dia luruskan sehingga tidak ada sedikitpun yang tersisa di pangkuannya. Manurut yang lain, catatan buku perbuatan seorang hamba akan didatangkan di hari kiyamat. Dia tidak melihat kebaikannya, seraya berkata, “Di mana salatku, puasaku, dan taatku?”. Dijawab, “Semua perbuatan baikmu telah hilang karena engkau mengumpat orang lain”. Sedangkan yang lain berpendapat, barang siapa diumpat orang lain maka Allah Ta’ala akan mengampuni separuh dosa-dosanya”.

Menurut Yahya bin Mu’adz, orang mukmin mempunyai bagian darimu dalam tiga hal. Pertama jika engkau tidak memberikan pertolongan, maka jangan memberikan bahaya. Kedua, jika engkau tidak merahasiakan, maka janganlah mengumpat. Ketiga, jika engkau tidak memuji, maka jangan mencela”.

Hasan Al-Bashri pernah diberi kabar bahwa fulan telah mengumpatnya. Maka setelah itu Hasan mengirimkan kuih yang tertutup kepadanya. Hasan mengatakan kepadanya, “Telah sampai kabar kepadaku bahwa engkau menghadiahkan kebaikan kepadaku, oleh kerana itu saya memberikan imbalan kepadamu”.

*Al-Hujurat :12

IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com

Monday, July 14, 2008

Ada yang HILANG??? SIAPAkah? Ke MANAkah???

Assalamualaikum wbt!
Pasti semua kaget dengan ke'senyap'an ku selama hampir sebulan!

Adedeh...kangen (rindu) yaaa?

Oklah...yang benar aja deh! Saya telah meninggalkan Makassar buat seketika sejak 30 Jun 2008 untuk menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) selama 7 minggu di Pinrang. Sekarang dah hampir 1 bulan saya di Desa Padaelo, Pinrang, menetap di rumah Kepala Desa yang amat sederhana tapi nyaman dan damai.


Inilah teman2 posko (ahli2 group) gue yang ceria dan saling mengerti. I hv a strong feeling that I'm going to miss them so much when the time come for us to depart. Huhu well, don't go to that emotion yet honey... ;p


Saat briefing dan rapat (meeting) di posko (rumah Kepala Desa merangkap tempat tinggal kami sepanjang KKN). Almost everyday ada briefing! Thx to Kordes(Koordinator Desa merangkap our group leader)! Hehe bagusla ade byk briefing, barulah jelas dan programnya jadi mantap!
This is me with some of the villagers of Desa Padaelo while making some survey in the village. Kena tanya soalan-soalan macam:
Pernah kita' sakit gigi atau sariawan(ulcer mulut)?

Bersih ji air ta' toh? Ndak bau, rasa ato keruh? : Air di rumah anda bersih kan? Takde bau, rasa atau keruh?

Ada WC ta' di rumah? : Anda ada tandas tak kat umah?
Kita' pake KB? : Awak ade guna pil perancang?

Dan mcm2 lagi.... Tapi paling 'best' bile jumpe warga yg tak paham bahasa Indonesia dan apetah lagi bercakap dlm bahasa Indonesia! Satu2nya bahasa yg dimengerti cumalah Bahasa BUGIS kodong!
Translator please!!!


Ni pulak di Kantor Desa (lebih kurg mcm Dewan Serbaguna Orang Ramai kt kampung2) waktu Seminar Desa, di mana kitorg present hasil survey selama seminggu kat desa ni. Dari situ dapat prioritas masalah (problem priority) dan kitorg pun rancang beberapa program kerja yang dirasakan sesuai dan mampu membantu mengatasi masalah2 yg ada kt kampung ni... camtulah kurang lebihnya...

Haa...tuan rumah posko kami sgtlah baik hati dan memahami... selalu masakkan kuih2 dan bubur yg enak2 utk kitorg yang kuat makan ni. hehe Ade satu malam tu mati lampu (black-out) dan kitorg beramai2 makan kat bawah rumah berlampukan pelita minyak tanah. Klasik sungguh kan...

Penah jugak ibu buat malam 'Jagung Bakar'! Hehe bakar jagung di halaman rumah...enak lho!
Banyak lagi nak cerita sebenarnya, tapi tak larat dah ni... gambar pun byk di laptop2 ahli posko. Nnt2 sy cite lagi naah!
Apepun, aku sgt2 bersyukur dilimpahkan dengan suasana yang sangat baik sepanjang KKN. Hanya Allahlah yang memberi, dan hanya orang2 yang berpesan2 kepada kebenaran dan kesabaranlah yang beruntung. Merugilah yang kufur dan merasa lelah dengan ujian. Yang pasti nikmat dan kesusahan sama-sama adalah ujian dari Allah buat hamba-hamba-Nya.
Remember, take every new day as an adventure, and learn from every experience!
Salam from Desa Padaelo, Pinrang.
IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com

Saturday, June 21, 2008

2nd Day - Bandung All The Way!

Assalamualaikum, from Jakarta once again!

Last night I slept at 4am and only got about one hour sleep. Woke up at 5.17am, I perform Subuh prayer, and then hurrying for our 6.15am express train to Bandung. There's two classes to choose from; business and executive class. We took the executive class of Argo Gede train for Rp45,000 per person, providing air-conditioned space and some bakery for complement. The three hours journey brought my sister and I on a chat in the first hour. We talked about the past, the present and the future. How we've grown up and going on our own way. I'm glad we talked, cause this might be the last real face to face talk we ever have before she go to the US.

The next two hours, I explore Abah's Blackberry internet fuctionality, discovering some places of interest in Bandung. After listing down all the places recommended in the internet, I called a rental car driver, Pak Dadang (whom number also I got from the internet) to get his service for half day. I'm so lucky to get an available car and driver even though I'm calling on the same day. We agreed on the price of Rp300,000 covering everything, including benzene and parking.

For your information, the train also provide meals like Nasi Goreng, Nasi Campur etc, but of course it will be charged and I believe the price must be a lot more expensive than the one you get at regular stalls. The one thing that you should never miss is the scenery along the last one hour journey, where outside you can see how natures can capture your eyes. Mountains, rivers, hills with rice-plants on them, so tempting! Subhanallah!



We arrived in Bandung on 9.30am. We met Pak Dadang, our guide of the day and we're off for our shopping heaven!!! Bandung, here we come!!!



Our Bandung-Jakarta train is scheduled on 6.30pm, so we got about 9 hours to explore Bandung. I asked Pak Dadang to bring us to Jalan Dago, one of the places with lots of factory outlets besides Jalan Riau. We first were brought to Episode, a factory outlet selling branded clothes for the whole family.

We shop,and shop, and shop until we drop! Actually, I'm not really a shopping person, compared to some of my friends (ehem ehem...), but normal for gurls, you just can't resist when you see something with discounts, cheaper price, and moreover with special gift goes with it! So guys, don't blame our nature, just remind us when we are going too far...hehe

Abah also enjoyed shopping in Bandung, and for the record, Abah's the one who started the shopping thing when he found the cheap wide-range branded trousers. You name it- BOSS, HUGO, DOCKERS, they're all there. We were blinded! Well, I got a cool grey sweater for myself... ^_^



Then we went to Grande just across the road from Episode, then realizing it's lunch time, we searched for a Sunda restaurant. Pak Dadang brought us to this restaurant called Sindang Reret, quite an exclusive one. Try Gurame fish dish, and a drink named Neinang Strawberry (if I'm not mistaken), offers an exquisite taste!



Then we continue shopping at Toko Tiga, a store with a with variety of jeans-Levi's, Cardinal, Lois~ you name it! The cheapest is about Rp50,000, but the higher the price, the better the quality and the brand. Next stop, Stock Center, where we bought Iffah's and Afiq's(my younger sis and brother) a coat-blouse and a sweater. Oooh...can we not buy something anywhere we stop?

Abah made us realize that Pak Dadang will always get inside the shop after we finished buying things. Apparently, he went inside to get some commission for bringing some client to the shop. Business minded, I say!

We then drowned ourselves with bags! Handbags, backpacks, luggage-bags, oohh, we can't make up our mind! At last we ended up buying 9 bags, one for everybody - three for me! huhu The thing I realized is every store we stopped, there must be other Malaysians there too. I'm so amazed on how crazy Malaysians are in shopping! Well, that may includes me, but come on, if there's more Malaysian than other foreigner here, what else can that conclude?

Then I insist on getting some 'jajanan' to bring back for family and friends. We stopped at a stall selling many types of 'kerepek' and 'manisan' or more known as 'jeruk' in Bahasa Malaysia. Last stop is the specialty of Bandung! Who knows, raise your hand! Right!! Steamed Brownies!!! Yummy!



Allright, enough for the day. We managed to get on the train on time (thank God!), and have our rest after whole day shopping like crazy around Bandung. New place, new experience and new goods! Haha ^_~

Well, for those who's planning to get to Bandung, plan your spending. List down what you want to buy, know where your aimed destination, make some space in your luggage, and spend wisely! It may seem cheap, but buy only when you need it! Okay, I guess that's all for now. Have a nice day! ^_^"

Wassalam.

IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com

My Adventure in Jakarta - Day 1



Assalamualaikum!

Guess what? I'm in Jakarta!
I'm here to gather with abah and my sis, Izzah who's going to fly to Pennsylvenia, USA this August to further her study in Biotechnolgy. She already had 2 years foundation in Intec, now is going to commit three years in the Penstate University to get her degree. Well, I'm so proud of her. She'll be going to the state of my parents' first meeting and my birth. :)

Enough with USA. What's with Jakarta? As all of you know, I'm studying in Unhas Makassar, in an island named Sulawesi situated far east, near Australia. So for the reason of meeting my sister for the last time before she fly (because I can't go back to Malaysia in the mean time due to a course work demanding me to go into the hinterland village until mid-August), my father and I planned for their visit to Indonesia. At first I just ask Abah to bring Izzah to Makassar, in order for me to meet her, but the meeting become a boring option when thinking about what's interesting things she'll be doing here (in Makassar). To be honest, Makassar is quite a dull place for a simple tourist. It has a few great nature attractions, but they are not really accomplished yet. If you demand on a great vacation in Indonesia, Makassar might not be among the options because of it's distant from Malaysia which will cause a larger spending on the plane ticket. There's no direct flight from KL-Makassar, so you need to take two flights, transits in Surabaya, Bali or Jakarta.

So planning on, we then chose Bandung as our meeting destination, but looking at the difficulties for me only to get there (again, you can hardly found a flight from Makassar to Bandung, excepts for a few expensive airlines like Merpati), we decide not to meet there. At last, considering everything at both sides, we made Jakarta our next adventure!


Taking LionAir, I arrived in Soekarno-Hatta International Airport at 7.30am. Alone, I encourage myself searching for the place to have my breakfast (LionAir did not provide any food, not even drinks!), then for the arrival gate of Airasia. After being guided by nice people of Jakarta to Terminal 2, I found people see myself a little bit weird waiting for other's arrival but with me is a very large baggage like I'm going to somewhere far. While looking at the people coming out from the arrival gate, I saw some Malaysians starting to walk out. Then I realized how much I missed Malaysia. At last I saw them. ^_^"

Hoping for a cheaper-rate taxi, we walk ourselves outside the airport, yeah, until beyond the airport toll. We realized there's no taxi waiting there, so Abah had to stop a taxi at the highway road! Then we head to Central Jakarta to check-in to The Acacia hotel Abah booked a week before. Greatest surprise in the room is -- there's a computer! And not just that, with a wireless unlimited-access internet!!! (the one I'm using rite now). We got to the room, explore a little bit, get some rest, have our lunch and headed for our first place to visit.

And to be honest, we were not so sure which place we should go first. We only planned for tomorrow trip to Bandung, but being clueless about today's vacation plan. We are so lucky to have the taxi driver as our travel guide who suggest us to go to Taman Mini Indonesia Indah at Ancol, 30 minutes from Central Jakarta. When we arrived,we were told by the taxi driver that the place is so big that we need to travel by car to explore all the mini parks there. So this means paying the taxi meter until the end of our exploration in the Taman Mini! Fuuh, that would take a few hours at least, how much that would cost? Abah who had realized this earlier had gave the driver some reminder to turn off the meter if we are not moving. Meaning if we stops somewhere then the meter should stop too. Fair enough I think. So we take some pictures, walk a little bit, and then take some more pictures, and more until we are too tired to walk and explore anymore.

At 5pm, the houses started to close and we guess it's our time to go back too. It was a nice experience...and we got to see many beautiful architecture and landscape. The only thing I regret was not able to ride the mini cable car because we were too late and it was closed when we found the place. So for those whose interested, the entrance fee is Rp9000 per person and do come early so you wont have the regret I had.

We got back, tired and sleepy. I slept, woke up at 10pm, washed myself, and then perform my jama' ta'khir prayer. We went to find something to eat near the hotel, and we found out that Rumah Makan Mas Miskun's is quite nice place. The price is affordable, the food is satisfying, and the place is acceptable. Then we went to find a 24-hour minimarket in the middle of the night, and being lucky to be told by the hotel worker that there's one not far from the hotel. While walking to the store, we witness the night life of Jakarta common street. Many shops are still open, and most of them are cellular shops. After we bought some stocks for tomorrow journey to Bandung, we head back to the hotel.

Hmm...I guess that's it for my first day in Jakarta. Hope it interest you as much it interest my point of view! See you later... more updates from Jakarta, soon!

IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com

Tuesday, June 10, 2008

Ape Nak Jadi ni...ish ish ish

Tagged by: Badrul Aini

I've watched a programme at astro where a reseach has been done to see some habbits of university students and here are the top 10:


sleep
makan maggi
stay up
last minute assignment
dating
main game
tgk movie
afraid of seeing the lecturer for CH
lazy to wake from sleep
last minute study

1) sleep

Tidur ni memang salah satu bakat terpendam yang dah digilap sejak F1 dulu. Time tulah start reti tidur atas meja, dari belakang nampak macam orang hilang kepala. hihi Sekarang bakat masih terus menyerlah, lagi-lagi kat lecture yang bosan. Kira layaklah nak bertanding ngan Nobita. :p


2) makan maggi

Kat Msia saya suka Maggi Tomyam! Kat sini makanlah jugak...paling ok coto makassar. Tapi kawan2...jgn ikut perangai saya ye!


3) stay up

Tgklah...lagi2 kalau nk xm, tp sbb bakat tidur tu sangat hebat, biasanye saya perlukan kopi utk stay up. Lainlah kalau tido siang...jadi burung hantulah malam tu...


4) last minute assignment

Hmm...first thing first ni pun masih saya cuba terapkan. Tengoklah, kalau suke buat benda tu cepat je siap. Kalau tak...tgklah kesedaran dan semangat.


5) dating

Alhamdulillah... ini sy mintak Allah sentiasa jauhkan dari saya selagi belum kahwin...(akhirnya ada jugak yg aku x buat...huhu)


6) main game

Oooh...ni sesuai utk lelaki kot. patut letak shopping kalo 4 gurls. adela sket2 kalo penat study. Main frog atau spider Solitair.


7) tgk movie

Kat cinema kt sini xpenah lagi. Kat Msia pun ngan family. Kat bilik dengan laptop x terkira. astaghfirullah...!


8) afraid of seeing the lecturer for CH

CH? apakah? Takut tgk lecturer? Hmm...takut? Adelah sekali dua nak jumpa dr. Asadul Islam...huhu


9) lazy to wake from sleep

Memang...lagi2 time cuti sekolah dan cuti solat....


10) last minute study

Sangat...makin lame makin menjadi. Bile stat sistem baru, berazam nak study setiap hari tapi adui...jiwa tak cukup kuat melawan godaan! Imannn...semangat!!!

Semacam muhasabah buat diri...thx Bad for tagging me! Buat yg bakal ditag...semoga bermanfaat! :)

I'm tagging...

1)Maimanah~khansa
2)Taan
3)Ainul Rhysyikin
4)Kak Fied
5)Shafiq Mansor