Saturday, September 13, 2008
Malaysia...here I am!
Alhamdulillah, in Malaysia I am...
gathered again with my beloved family! :)
To all my friends in Malaysia, be sure to meet me during Raya k!
This is not a promise, but a hope...
by the way, we've moved to Seksyen 8, Shah Alam!
Our house is still under construction, some finishing and furnishing...
Hope it will be done before Raya...(will it? doubt it looking at the way it is now...huhu)
An important announcement: It might be quite difficult to ctc me thru friendster and YM due to no internet service(yet) in my house. So my blog is gonna be inactive for quite sometimes...hope not for long... :)
Well, can't wait to see everybody especially my best buddies...
Love to here from all of you...
Wallahu'alam.
Monday, September 1, 2008
Oh Ramadhan...you're back! :)
Let's open the door with a bright honest smile...
Let's serve the guest with a nice preparation: the drink of ikhlas and the meal of ibadah...
Let's read to him the recitation of ayatul Quran, zikrullah and prayers to the Most Merciful...
Let him sleep on our bed while we perform qiam in the silent 1/3 of the night...
Let's bring him to places like masjid and madrasah...
Let it mingle with our family so that they can feel his warmness...
Let's send him back with a great satisfaction, and hoping his Lord will grant us with the Lailatul Qadar and the best - a ticket to the Jannah
~IMANNAILAH 2008~
noradrenaline2001@yahoo.com
Friday, August 22, 2008
Monolog Hati yang Berkelana
Subuh yang dihias bunyian unggas membelai hatiku yang kesepian. Sendiri dalam jiwa biar ditemai 12 lagi teman posko yang ceria dan mesra, sering berjaya mencuit hatiku. Keletah setiap satu dari mereka membuktikan ragam manusia memang menjadi perencah dunia bagai rempah ratusan yang memeriahkan rasa, dan bagai bunga pelbagai warna yang mengindah panorama. Tapi siapkah aku mencicip rempah yang pedas? Atau memetik bunga berduri?
Auratmu yang cuma membenarkan wajah dan pergelangan tangan diperlihatkan, mampukah dipelihara?
Sunday, August 17, 2008
My Havoc 'Padaelo Crew'
Di FK, aku tak pernah kenal dekat dengannya. Jodoh mempertemukan kami di Desa Padaelo dan Citra yang awalnya kalem2 ternyata seorang yang cerewet! Suka sekali narsis, puji diri sendiri terus. Yalah, kalo bukan diri sendiri, siapa lagi mau memuji, toh? hehe... Mengejutkan juga, segala jenis games tersimpan dalam laptopnya! Julukan Miss HBO juga tak kalah diberikan kepada Citra gara-gara tiap filem yang ditayang di TV pasti sudah bisa diceritakan sinopsisnya! Citra sangat lembut, cocok dengan darah Jawa yang mengalir dalam dirinya. Kalau bagian membantu, bilang saja, pasti dengan senang hati dia akan menghulur tangan. Dia juga yang sering mengajak aku solat saat aku terleka. Kalau bab ghibah, dialah paling menjauhi...alhamdulillah karena telah menjadikan dia temanku...Ukhwah fillah!
Arfan A. M.
Aswadi Ibrahim
kayak bapak-bapak toh?
Anak FK ini famous banget di kalangan anak Malaysia karena baik dan dekat dengan kami. Tapi aku tak sempat kenal dengannya sebelum ketemu di posko. Aku coba mencari apa yang membuat orang merasa senang dengannya. Seminggu dua, aku merasa biasa... semakin lama, aku mula meliat, ternyata dia ini anak yang ramah, lucu, tenang, dan gila banget! Saking gilanya sampe semua anak posko memanggil dia "Step"! Haha... Jiwa Wadi memang lembut banget, yang disukanya kartun dan kucing! Dia ini bisa diajak bicara dalam apa subyek sekalipun. (yakah?) hehe... Memang betul2 jodoh (jd teman) ketemu di situ karena kami memang ndak pernah bicara waktu di FK dan di KKN kami jadi dekat. Bisanya dia mau belajar Bahasa Malaysia baru bilangnya cuma 5 hari sebelum selesai KKN! Pokoknya, Kordes, Step, Nobita, Sinyu, Giant, Sizuka dan Takesugi ini emang gue senang banget!
Mich yang ku rindui!!! Dia awalnya kuliat malu2 sekali waktu ditunjuk jadi bendahara. haha... Aku sempat kaget saat melihatnya ketawa buat pertama kalinya. Anak ini memang ndak bisa berhenti kalo ketawa, lagi-lagi saat liat muka Sinyu. Haha...(5 menit kemudian).... Ternyata Mich pintar bicara, cocoklah sering jadi penyiar dan MC acara. Michalah teman jalan-jalanku ke posko2 tetangga spt Manarang dan Padakkalawa. Dia yang bikin posko Manarang jadi dekat sekali dengan posko kami. Dia juga yang selalu sabar berulang menjemput cewek2 ke sana sini. Micha jiwa yang halus, suka mengusik dan lucu. Kadang di sore hari qta ngobrol berdua di tepi rumah...kamu sering ajarin aku bahasa gaul, bercerita tentang apa saja...pokoknya aku senang banget! Mich, kamu ingat tidak aku pernah minta kamu jadi pemantau bahasa Indonesia ku? Jadi bagaimana sekarang bu guru? ;)
Rara satu2nya anak Fakultas Gigi di posko. Kalem, pemalu, dan sering dengan HPnya. Hehe... ya iyalah banyak fansnya... Rara ini baik banget, pernah satu kali kakinya terbakar gara-gara kesilapan aku. Aku takut sekali waktu itu, aku takut kalau kamu bermasam muka denganku... ternyata kamu sabar banget. Tak sedikit pun marah padaku. Sakitnya dia tahan dengan sabar sekali... sudah itu diare pula (tp kali ini bukanlah kerna aku). Sabar benar dia pergi ke WC berulang kali! hehe... Akhirnya baik juga biar bukan dengan obatku (dokter belum terakui...hehe). Rara juga pintar masak! Ok, jadi sekarang aku mau kasitau satu rahsia... : Aku akui kamu itu benar2 sweet! (yah, Rara sudah malu2...)
Pertama kali liat anak FKM asal Toraja ini ku fikir yang paling kalem (di antara teman2 FKMnya dong, masa' antara semua? hehe), ternyata aku salah sekali. Ternyata Yuni ini aktif banget! Bicara teruuus! Yaah, terkenal usil banget... Tanya saja sama semua yang pernah datang ke posko, kalau disebut Yuni, pasti dikenal. Pernah satu kali temanku datang ke posko, belum lama sudah diusir ama Yuni dengan kata-katanya yang lucu sekali! Jangan salah sangka naa...Yuni bercanda dan anak-anak ketawain teman2ku...untung ndak ada yang menyimpan rasa. Malah datang ke posko terus! hehe.. Kalau mau tau Yuni ini gifo loh! Kalo berfoto pasti dengan gaya andalannya kayak mau terbang...haha... Fotonya juga ndak bisa jelek, kalo jelek pasti dihapus. Aku sebagai fotografernya capek banget, tapi lucu dong! Kalo liat fotonya di atas pasti ndak percaya dia ini anak usil toh? haha...Fotomu bakalin ku tatap selalu.... ;)
Iklan promosi sumur tembok pake mesing!

Tubel? (terkedip kedip...) :0 Yang benar dong...! Masa' tubel semuda ini? hehe Ternyata punya tubel kayak Kak Afny bikin kami beruntung banget! Soalnya dia baik banget! Kak Afny akan jadi orang pertama yang bangun nak langsung mandi! Begitu juga kalo sore...lagi2 kalo ada Coffee Prince, jam setengah 4 sudah ke kamar mandi! Pokoknya dia ratu telenovela dan seri TV! Romantis banget! Hehe... Kalau mau tau suaranya Kak Afny bagus banget... cuman dia sering malu2 kalo mau nyanyi sendiri. Saat nyupir kami sering tukaran cerita tentang Toraja dan Malaysia. Bikin masing2 pengen sekali ke tempat tinggal masing2. Huuu... Kak Afny, tunggu yah aku bakal ke Toraja!

jelas sekali toh polosnya?
Eka ku kira anak yang kalem banget di awal pertemuan. Ternyata ketipu! Kayak Citra, cerewet banget sih! Kalemnya cuman kerna dia sendiri cewek farmasi. Setelah kenal, ternyata bisa ribut! Akhirnya jadi musuh baik si Yuni yang usil! Haha... Manakan tidak, dia itu lugu dan polos banget! Bisanya saat aku pengen sekali makan bakso, kedengaran bunyi bakso lewat, ku suruh Eka mengejarnya hingga dapat. Dengan gelas masih ditangan, sungguh2 dia mengejar mas bakso... meliat mas bakso sudah jauh banget, dia kembali ke posko dengan kecape'an dan kecewa. Ternyata dia begitu polos mengejarnya! Dikerja'in dong! kasihan banget deh...tapi terlalu lucu hingga ndak bisa ditahan ketawanya! Hahaha.... Eka juga penakut anaknya...hehe...kalau dicerita'in yang seram2, pasti takut sekali! Satu lagi, Eka juga anak manja! Jangan marah ya...tp sekarang setelah KKN kayaknya sudah tidak lagi yaah? hehe... Miss u much Eka!
Kalian mewarnai hidupku... terima kasih!
Maaf ya kalo tulisan ini ada yg menyinggung perasaan... intinya, kalian sangat ku hargai! Kapan lagi kita ketemu yaa...InsyaAllah, frens forever!
Monday, August 4, 2008
Pilih Satu Bintang

Memandang jutaan bintang di langit malam
Mendamai sekejap jiwa yang kusut
Kalau ia dituntun lagi
Aku bakal menjadi bingung
Seperti memilih satu bintang paling memikat
Ini soal hati
Dan hati tak mampu ku rujuki
Aku dalam kotak beratus segi
Tak baku dipandu satu arah yang tepat
Masa berdetik
Mengetuk belakangku agar berjalan
Tapi cuma jasad yang bergerak
Jiwaku sedang tersekat di batu gergasi
Aku tak mahu melepaskan
Tapi tak mampu menentukan arahku sekarang
Aku dihembus angin yang sering berubah
Melelahkan tubuh yang tak gagah
Jangan sampai akhirnya tiada makna
Dan semua jiwa berdarah dan menempah susah
Kapankah gerak hati ini akan benar?
Bilakah suluhan itu menemui maksudnya?
Ada batu lagi di depanku
Adakah ia tempat berlabuh?
(Ya Allah, show me what's best...Amiin...)
Wednesday, July 23, 2008
Pahalaku Buat Teman
Hajar dan Miza menoleh serentak ke arah Suhaili. Keduanya menunjukkan riak terkejut dengan apa yang baru dikatakan Suhaili.
Wajah Suhaili yang masih tunduk di sisi mereka mengelus perlahan. “Aku taknak bersubahat…” ada kekesalan di suaranya.
“Bersubahat ape?” berkerut muka Miza memandang sahabat mereka itu.
“Korang mengumpat…cakap pasal orang yang kita kenal pulak tu.”, walau resah, Suhaili tegas.
Serba salah, Hajar dan Miza berpandangan. “Kitorang cuma cakap pasal apa yang dah terjadi….” Hajar memberi alasan.
Suhaili lantas mengangkat mukanya. “Exactly! Cerita tentang orang lain di belakang mereka. Bila korang mengumpat somebody, korang sebenarnye tengah sedekahkan pahala korang kepada orang tu…”
“Tapi…” Hajar kehilangan kata-kata.
“Apa tujuan korang cerita tadi sebenarnya?” Suhaili seperti seorang peguam menyoal siasat tertuduh di kandang pesalah.
“Nak luah perasaan je…takkan tu pun tak boleh. Simpan lama-lama boleh meletup tau!” cepat Miza membalas.
“Boleh je…tapi jangan disebut-sebut nama orang berkenaan…” rendah nada Suhaili, cuba menenangkan keadaan. Miza terdiam memandang lantai. Hajar pula berfikir sesuatu.
“Elly, aku rasa setiap hari pun kita buat benda mengumpat ni…susahlah nak elak…”.
“Memang susah, tapi wajib elakkan. Tau kan kalau kita mengata kawan kita, kita macam…”
“…makan daging saudara kita…”, Miza menyambung kata-kata Suhaili. Matanya terus merenung lantai yang kosong. Suhaili mengangguk perlahan. “…yang dah mati…”* dia menghabiskan ayat itu.
“Aku pun perempuan jugak. Dulu aku pun selalu je bercakap tak henti-henti. Apa benda je terlintas aku akan cakap. Teruk sangat…” Suhaili menceritakan sepenuh hati.
“Sampai satu kali tu, Allah nak tunjuk, orang yang aku mengata tu terdengar apa yang aku cakap. She was my close friend. We never talk again ever since.”, wajahnya terlihat kekesalan mendalam. Miza dan Hajar mendengar penuh khusyuk.
“Aku menyesal sangat. Tau tak betapa besarnya dosa mengumpat ni sampaikan kalau kita mohon ampun kat Allah pun Dia tak dapat maafkan.” Kelihatan mata Suhaili bergenang.
Hajar terkejut. Bulat matanya memandang Suhaili. “Biar betul?” bisik hati Miza.
“…sampailah orang yang kita umpat tu maafkan kita.” sambung Suhaili.
Miza dan Hajar mengangguk-angguk.
Suhaili bingkas mengangkat wajahnya. “Kita percaya tak Allah sedang perhatikan kita? Kalau kita percaya, kita takkan berani buka mulut. Every words dari mulut kita, kita akan fikir dulu sebelum sebut. Inilah namanya taqwa, berhati-hati dalam setiap perkara yang kita buat. Okay?”
“InsyaAllah…” terbit senyum di bibir Hajar dan Miza.
Beberapa dalil tentang ghibah atau mengumpat:
Menurut satu pendapat, perumpamaan orang yang mengumpat adalah seperti orang yang meluruskan senjata manjanik (alat pelempar yang diberi peluru panah api). Kebaikannya ia lempar ke arah timur dan barat. Dia mengumpat orang khurasan, Hijas, dan Turki. Kebaikannya ia pisah kemudian dia luruskan sehingga tidak ada sedikitpun yang tersisa di pangkuannya. Manurut yang lain, catatan buku perbuatan seorang hamba akan didatangkan di hari kiyamat. Dia tidak melihat kebaikannya, seraya berkata, “Di mana salatku, puasaku, dan taatku?”. Dijawab, “Semua perbuatan baikmu telah hilang karena engkau mengumpat orang lain”. Sedangkan yang lain berpendapat, barang siapa diumpat orang lain maka Allah Ta’ala akan mengampuni separuh dosa-dosanya”.
Menurut Yahya bin Mu’adz, orang mukmin mempunyai bagian darimu dalam tiga hal. Pertama jika engkau tidak memberikan pertolongan, maka jangan memberikan bahaya. Kedua, jika engkau tidak merahasiakan, maka janganlah mengumpat. Ketiga, jika engkau tidak memuji, maka jangan mencela”.
Hasan Al-Bashri pernah diberi kabar bahwa fulan telah mengumpatnya. Maka setelah itu Hasan mengirimkan kuih yang tertutup kepadanya. Hasan mengatakan kepadanya, “Telah sampai kabar kepadaku bahwa engkau menghadiahkan kebaikan kepadaku, oleh kerana itu saya memberikan imbalan kepadamu”.
*Al-Hujurat :12
IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com
Monday, July 14, 2008
Ada yang HILANG??? SIAPAkah? Ke MANAkah???
Oklah...yang benar aja deh! Saya telah meninggalkan Makassar buat seketika sejak 30 Jun 2008 untuk menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) selama 7 minggu di Pinrang. Sekarang dah hampir 1 bulan saya di Desa Padaelo, Pinrang, menetap di rumah Kepala Desa yang amat sederhana tapi nyaman dan damai.
Translator please!!!
Saturday, June 21, 2008
2nd Day - Bandung All The Way!
Last night I slept at 4am and only got about one hour sleep. Woke up at 5.17am, I perform Subuh prayer, and then hurrying for our 6.15am express train to Bandung. There's two classes to choose from; business and executive class. We took the executive class of Argo Gede train for Rp45,000 per person, providing air-conditioned space and some bakery for complement. The three hours journey brought my sister and I on a chat in the first hour. We talked about the past, the present and the future. How we've grown up and going on our own way. I'm glad we talked, cause this might be the last real face to face talk we ever have before she go to the US.
The next two hours, I explore Abah's Blackberry internet fuctionality, discovering some places of interest in Bandung. After listing down all the places recommended in the internet, I called a rental car driver, Pak Dadang (whom number also I got from the internet) to get his service for half day. I'm so lucky to get an available car and driver even though I'm calling on the same day. We agreed on the price of Rp300,000 covering everything, including benzene and parking.
For your information, the train also provide meals like Nasi Goreng, Nasi Campur etc, but of course it will be charged and I believe the price must be a lot more expensive than the one you get at regular stalls. The one thing that you should never miss is the scenery along the last one hour journey, where outside you can see how natures can capture your eyes. Mountains, rivers, hills with rice-plants on them, so tempting! Subhanallah!
We arrived in Bandung on 9.30am. We met Pak Dadang, our guide of the day and we're off for our shopping heaven!!! Bandung, here we come!!!
Our Bandung-Jakarta train is scheduled on 6.30pm, so we got about 9 hours to explore Bandung. I asked Pak Dadang to bring us to Jalan Dago, one of the places with lots of factory outlets besides Jalan Riau. We first were brought to Episode, a factory outlet selling branded clothes for the whole family.
We shop,and shop, and shop until we drop! Actually, I'm not really a shopping person, compared to some of my friends (ehem ehem...), but normal for gurls, you just can't resist when you see something with discounts, cheaper price, and moreover with special gift goes with it! So guys, don't blame our nature, just remind us when we are going too far...hehe
Abah also enjoyed shopping in Bandung, and for the record, Abah's the one who started the shopping thing when he found the cheap wide-range branded trousers. You name it- BOSS, HUGO, DOCKERS, they're all there. We were blinded! Well, I got a cool grey sweater for myself... ^_^
Then we went to Grande just across the road from Episode, then realizing it's lunch time, we searched for a Sunda restaurant. Pak Dadang brought us to this restaurant called Sindang Reret, quite an exclusive one. Try Gurame fish dish, and a drink named Neinang Strawberry (if I'm not mistaken), offers an exquisite taste!
Then we continue shopping at Toko Tiga, a store with a with variety of jeans-Levi's, Cardinal, Lois~ you name it! The cheapest is about Rp50,000, but the higher the price, the better the quality and the brand. Next stop, Stock Center, where we bought Iffah's and Afiq's(my younger sis and brother) a coat-blouse and a sweater. Oooh...can we not buy something anywhere we stop?
Abah made us realize that Pak Dadang will always get inside the shop after we finished buying things. Apparently, he went inside to get some commission for bringing some client to the shop. Business minded, I say!
We then drowned ourselves with bags! Handbags, backpacks, luggage-bags, oohh, we can't make up our mind! At last we ended up buying 9 bags, one for everybody - three for me! huhu The thing I realized is every store we stopped, there must be other Malaysians there too. I'm so amazed on how crazy Malaysians are in shopping! Well, that may includes me, but come on, if there's more Malaysian than other foreigner here, what else can that conclude?
Then I insist on getting some 'jajanan' to bring back for family and friends. We stopped at a stall selling many types of 'kerepek' and 'manisan' or more known as 'jeruk' in Bahasa Malaysia. Last stop is the specialty of Bandung! Who knows, raise your hand! Right!! Steamed Brownies!!! Yummy!
Allright, enough for the day. We managed to get on the train on time (thank God!), and have our rest after whole day shopping like crazy around Bandung. New place, new experience and new goods! Haha ^_~
Well, for those who's planning to get to Bandung, plan your spending. List down what you want to buy, know where your aimed destination, make some space in your luggage, and spend wisely! It may seem cheap, but buy only when you need it! Okay, I guess that's all for now. Have a nice day! ^_^"
Wassalam.
IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com
My Adventure in Jakarta - Day 1
Assalamualaikum!
Guess what? I'm in Jakarta!
I'm here to gather with abah and my sis, Izzah who's going to fly to Pennsylvenia, USA this August to further her study in Biotechnolgy. She already had 2 years foundation in Intec, now is going to commit three years in the Penstate University to get her degree. Well, I'm so proud of her. She'll be going to the state of my parents' first meeting and my birth. :)
Enough with USA. What's with Jakarta? As all of you know, I'm studying in Unhas Makassar, in an island named Sulawesi situated far east, near Australia. So for the reason of meeting my sister for the last time before she fly (because I can't go back to Malaysia in the mean time due to a course work demanding me to go into the hinterland village until mid-August), my father and I planned for their visit to Indonesia. At first I just ask Abah to bring Izzah to Makassar, in order for me to meet her, but the meeting become a boring option when thinking about what's interesting things she'll be doing here (in Makassar). To be honest, Makassar is quite a dull place for a simple tourist. It has a few great nature attractions, but they are not really accomplished yet. If you demand on a great vacation in Indonesia, Makassar might not be among the options because of it's distant from Malaysia which will cause a larger spending on the plane ticket. There's no direct flight from KL-Makassar, so you need to take two flights, transits in Surabaya, Bali or Jakarta.
So planning on, we then chose Bandung as our meeting destination, but looking at the difficulties for me only to get there (again, you can hardly found a flight from Makassar to Bandung, excepts for a few expensive airlines like Merpati), we decide not to meet there. At last, considering everything at both sides, we made Jakarta our next adventure!
Taking LionAir, I arrived in Soekarno-Hatta International Airport at 7.30am. Alone, I encourage myself searching for the place to have my breakfast (LionAir did not provide any food, not even drinks!), then for the arrival gate of Airasia. After being guided by nice people of Jakarta to Terminal 2, I found people see myself a little bit weird waiting for other's arrival but with me is a very large baggage like I'm going to somewhere far. While looking at the people coming out from the arrival gate, I saw some Malaysians starting to walk out. Then I realized how much I missed Malaysia. At last I saw them. ^_^"
Hoping for a cheaper-rate taxi, we walk ourselves outside the airport, yeah, until beyond the airport toll. We realized there's no taxi waiting there, so Abah had to stop a taxi at the highway road! Then we head to Central Jakarta to check-in to The Acacia hotel Abah booked a week before. Greatest surprise in the room is -- there's a computer! And not just that, with a wireless unlimited-access internet!!! (the one I'm using rite now). We got to the room, explore a little bit, get some rest, have our lunch and headed for our first place to visit.
And to be honest, we were not so sure which place we should go first. We only planned for tomorrow trip to Bandung, but being clueless about today's vacation plan. We are so lucky to have the taxi driver as our travel guide who suggest us to go to Taman Mini Indonesia Indah at Ancol, 30 minutes from Central Jakarta. When we arrived,we were told by the taxi driver that the place is so big that we need to travel by car to explore all the mini parks there. So this means paying the taxi meter until the end of our exploration in the Taman Mini! Fuuh, that would take a few hours at least, how much that would cost? Abah who had realized this earlier had gave the driver some reminder to turn off the meter if we are not moving. Meaning if we stops somewhere then the meter should stop too. Fair enough I think. So we take some pictures, walk a little bit, and then take some more pictures, and more until we are too tired to walk and explore anymore.
At 5pm, the houses started to close and we guess it's our time to go back too. It was a nice experience...and we got to see many beautiful architecture and landscape. The only thing I regret was not able to ride the mini cable car because we were too late and it was closed when we found the place. So for those whose interested, the entrance fee is Rp9000 per person and do come early so you wont have the regret I had.
We got back, tired and sleepy. I slept, woke up at 10pm, washed myself, and then perform my jama' ta'khir prayer. We went to find something to eat near the hotel, and we found out that Rumah Makan Mas Miskun's is quite nice place. The price is affordable, the food is satisfying, and the place is acceptable. Then we went to find a 24-hour minimarket in the middle of the night, and being lucky to be told by the hotel worker that there's one not far from the hotel. While walking to the store, we witness the night life of Jakarta common street. Many shops are still open, and most of them are cellular shops. After we bought some stocks for tomorrow journey to Bandung, we head back to the hotel.
Hmm...I guess that's it for my first day in Jakarta. Hope it interest you as much it interest my point of view! See you later... more updates from Jakarta, soon!
IMAN NAILAH 2008
noradrenaline2001@yahoo.com
Tuesday, June 10, 2008
Ape Nak Jadi ni...ish ish ish
I've watched a programme at astro where a reseach has been done to see some habbits of university students and here are the top 10:
sleep
makan maggi
stay up
last minute assignment
dating
main game
tgk movie
afraid of seeing the lecturer for CH
lazy to wake from sleep
last minute study
1) sleep
Tidur ni memang salah satu bakat terpendam yang dah digilap sejak F1 dulu. Time tulah start reti tidur atas meja, dari belakang nampak macam orang hilang kepala. hihi Sekarang bakat masih terus menyerlah, lagi-lagi kat lecture yang bosan. Kira layaklah nak bertanding ngan Nobita. :p
2) makan maggi
Kat Msia saya suka Maggi Tomyam! Kat sini makanlah jugak...paling ok coto makassar. Tapi kawan2...jgn ikut perangai saya ye!
3) stay up
Tgklah...lagi2 kalau nk xm, tp sbb bakat tidur tu sangat hebat, biasanye saya perlukan kopi utk stay up. Lainlah kalau tido siang...jadi burung hantulah malam tu...
4) last minute assignment
Hmm...first thing first ni pun masih saya cuba terapkan. Tengoklah, kalau suke buat benda tu cepat je siap. Kalau tak...tgklah kesedaran dan semangat.
5) dating
Alhamdulillah... ini sy mintak Allah sentiasa jauhkan dari saya selagi belum kahwin...(akhirnya ada jugak yg aku x buat...huhu)
6) main game
Oooh...ni sesuai utk lelaki kot. patut letak shopping kalo 4 gurls. adela sket2 kalo penat study. Main frog atau spider Solitair.
7) tgk movie
Kat cinema kt sini xpenah lagi. Kat Msia pun ngan family. Kat bilik dengan laptop x terkira. astaghfirullah...!
8) afraid of seeing the lecturer for CH
CH? apakah? Takut tgk lecturer? Hmm...takut? Adelah sekali dua nak jumpa dr. Asadul Islam...huhu
9) lazy to wake from sleep
Memang...lagi2 time cuti sekolah dan cuti solat....
10) last minute study
Sangat...makin lame makin menjadi. Bile stat sistem baru, berazam nak study setiap hari tapi adui...jiwa tak cukup kuat melawan godaan! Imannn...semangat!!!
Semacam muhasabah buat diri...thx Bad for tagging me! Buat yg bakal ditag...semoga bermanfaat! :)
I'm tagging...
1)Maimanah~khansa
2)Taan
3)Ainul Rhysyikin
4)Kak Fied
5)Shafiq Mansor