Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Thursday, March 3, 2011

Sapa Sejahtera

Ketukan beriring salam
buat sahabat
tak bersahut balas,
Tiga, tigalah angka
memanggil diri semula.

Andai curiga membara
dan bimbang bertakhta
lalu merah bak saga,
ayuh bertanya-
ini tentang siapa?
...sebenarnya
membeban diri di atas raga.

Kalau benar kasih saudara
syairkan sejahtera
yang berhembus di udara
Nyanyian pembawa berita
yang pasti menerpa.

-IMAN NAILAH 2011-

Monday, January 24, 2011

Pangkal Hati



Pernahkah kau mendengar bait Ilahi?
yang menyelinap ke dalam nafasmu
dan mengetuk pintu hati
menjadi lagu merdu

seperti bayu yang mendayu
seakan semilir yang mengalir
ibarat embun yang merimbun
aku kembali-

dalam pelukan rindu
tenanglah aku menyatu
ke asal usulku.

-IMAN NAILAH 2011-

*Dengarkan bahagian kedua dan ketiga surah ini di sini.

Monday, November 15, 2010

Di Antara Langit dan Bumi


Kita di atas awan
menikmati pelangi
kita berbaringan
sambil menyanyi
yang kelihatan
hanyalah siang hari
kita tak merasa titis hujan
atau hangat mentari
kita mendengar tangisan
sayu pun mengerumuni
menghantar doa dan kemarahan
kita tetap diam di sini


tatkala hangat menjadi bahang
dan bintang berjatuhan
kita bertempiaran lari
debu dan tanah bertemu badan
akhirnya kaki pijak di bumi
rupanya bingit kedengaran
hanyir darah memenuhi
pemandangan
ngeri

menyelongkar secangkir iman
masihkah sudi
menelan
tajamnya duri



syukurlah bila di awan
berjuanglah bila di bumi
indah dan susah adalah ujian
tuah orang beriman
ganjaran menanti


-IMAN NAILAH 2010-

Tuesday, August 3, 2010

Belenggu

Terbelenggu
Dimamah waktu
Menjamah darahku
Tinggal setengah

Hati sekarat
Merangkak ke garis tamat
Yang tak terlihat.

-IMAN NAILAH 2010-

Thursday, June 17, 2010

Pembalas Madu


Tersinggung sudut rasa,
mendengar bisik minda
yang keruh dan keledak.

Saat arah jalan berubah
seratus lapan puluh darjah,
Tafsiran tergugah
dari fitrah.

Amal dan taat yang hilang
dibalas dengan sinar paling cemerlang
hingga silau - tak sanggup dipandang.

Aku malah bertanya: Kenapa?
mengintai maksud di balik rencana
berteka-teki dengan Sang Empunya.

Kusut bertatih,
Berkedut dahi memilih
Apakah menyisih
atau menyahut gigih.

Kurenungi langit kelabu-
cuba mencari indahnya biru,
Malah
Tujuh rona datang bertandang,
mengingatkan DIA-lah;
Maha Penyayang.
DIA-lah;
pembalas laba dengan madu.

17 Jun 2010
ALHAMDULILLAH~

"Semua umatku pasti masuk syurga kecuali mereka yang tidak mau. Para sahabat bertanya siapa yang tidak mau dengan syurga? Rasul menjawab siapa yang taat kepada perintah Al Qur'an dan Sunnah dialah yang mau masuk syurga tapi yang membenci perintah ku dialah yang tidak mau." - Al-Hadith

"Jika kabur bagimu dua perkara, maka perhatikanlah salah satu dari keduanya yang paling terasa berat bagi nafsu, lalu ikutilah ia. Karena tidak ada sesuatu yang terasa berat bagi nafsu kecuali sesuatu itu yang benar." -Ibnu Athailah.

Monday, November 16, 2009

Menjadi Sang Semut


Busut yang tekun dibangun
ternyata tidak kukuh
bila dilanggar bah – ia pecah

Sebab ia tetap busut

dan aku tetap semut.


Sudah resam hutan,

Kadang kering kadang hujan

Tetap: untung bila berlindung

Usahakan lagi –

kerana nanti –

yang mengagumkan bukan tinggi

tapi istiqamah yang tak berhenti!

16 November 2009
-Iman Nailah-
Masih Ada Khabar… :)

Thursday, April 30, 2009

Rona Musim Atma



Serangkai hari jingga,
Segubah zikir,
Musim gugurnya dosa.

Nyanyian zarah suci,
Turun selimuti,
Agar putih dan berseri.

Sinar dari ufuk
menyapa yang bergurindam,
Bugarlah benih yang bersiram,
Melata perdu menjadi hijau.

Nur datang mencorak pelangi,
membelai wajah denai,
mengalir ke tiap hilir,
meronai tiap nadi-
untuk musim menuai nanti!


Tuesday, March 10, 2009

Kembali


Terlanjur lagi hati
Mengacuh serakah dan api
Langsung lupa pada mati
Kosong dan tak bererti

Syurga sekarang dunia
Sirna rindu buat akhirat
Tahu tapi
aku buta bisu dan tuli

Akulah itu yang dicerca
dalam lembar usang tak dibuka
Sakitnya hati ini
Tapi air mataku kering
mahal

"Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya," - Qaaf : 16


Terbit seembun gerun
Sesal berkepal
Dosa sesemesta terasa beratnya
Menggeleng kepala
Bunyi sangkakala
Sengat kalajengking berbisa
Jahim yang menyala
Jelas di urat, telinga dan mata

"Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan Hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan sembahyang. dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, Sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. dan kepada Allahlah kembali(mu)." - Faathir : 18

Ya Allah!
Jagalah aku
Genggamlah hatiku
Aku kembali...

IMAN NAILAH 2009
noradrenaline2001@yahoo.com

Monday, August 4, 2008

Pilih Satu Bintang


Memandang jutaan bintang di langit malam
Mendamai sekejap jiwa yang kusut
Kalau ia dituntun lagi
Aku bakal menjadi bingung
Seperti memilih satu bintang paling memikat

Ini soal hati
Dan hati tak mampu ku rujuki
Aku dalam kotak beratus segi
Tak baku dipandu satu arah yang tepat

Masa berdetik
Mengetuk belakangku agar berjalan
Tapi cuma jasad yang bergerak
Jiwaku sedang tersekat di batu gergasi
Aku tak mahu melepaskan
Tapi tak mampu menentukan arahku sekarang

Aku dihembus angin yang sering berubah
Melelahkan tubuh yang tak gagah
Jangan sampai akhirnya tiada makna
Dan semua jiwa berdarah dan menempah susah

Kapankah gerak hati ini akan benar?
Bilakah suluhan itu menemui maksudnya?

Ada batu lagi di depanku
Adakah ia tempat berlabuh?

(Ya Allah, show me what's best...Amiin...)

Thursday, April 10, 2008

The Crying Land

In the crying land...

Blood swiftly gushing down

Creating an ocean where everybody drowned

The hardest is to find a smile

And searching for food you need a mile


Sleeping bodies everywhere

It seems that life just isn't fair

The children standing under the sun

Instead of books, they're holding guns

A glum widow holding her baby

Staring at her husband's body

"Oh Allah, help us please...
Free our land and give us peace


If we look back we could bear

This is not disaster but a reminder

Our iman is the most to be care
Prevent all sins and perform our prayer